Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2022-08-09 15:12:39

Pandemi Melandai, Penjualan Bendera Merah Putih Meningkat

MERAH PUTIH: Para pedagang atribut merah putih di Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Tidak seperti di masa parahnya pandemi Covid-19, kini mereka memanen rezeki.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Pandemi melandai sampai Agustus 2022 ini. Kondisi ini membuat para pedagang atribut merah putih kembali memanen rezeki di momen peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan RI. Pedagang bendera merah putih di Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo misalnya, bisa meraih pendapatan Rp 2 - 2,5 juta.

Muhammad Iqbal, 30, salah seorang penjual bendera yang mangkal di pinggir jalan raya pantura Kraksaan Wetan, saat ditemui tadatodays.com pada Selasa (9/8/2022), mengaku setiap hari ada puluhan bendera berbagai jenis yang laku. "Pembeli ada perorangan ada juga dari sekolah atau perkantoran," ucapnya.

Baca Juga : Ajak Masyarakat Sambut Gembira Peringatan Kemerdekaan RI ke-77, Pemkab Probolinggo Menggelar Pawai Budaya

Bendera dan umbul-umbul yang dijual harganya beragam, sesuai ukuran dan jenisnya. Dari Rp  5 ribu sampai Rp 250-300 ribu. "Kalau ramai bisa dapat Rp 1 - 2 juta," terangnya.

Baca Juga : Ajak Masyarakat Sambut Gembira Peringatan Kemerdekaan RI ke-77, Pemkab Probolinggo Gelar Pawai Budaya

Pria asal Bandung ini mengaku setiap Agustus datang berjualan bendera di Kraksaan. Tidak sendirian. Iqbal bersama beberapa teman asal Bandung mengontrak rumah di Kraksaan selama berjualan bendera. 

Kali ini Iqbal bersama teman-temannya datang sejak 20 Juli lalu. Mereka akan pulang pada 14 atau 15 Agustus mendatang. Sebab, berdasar pengalamannya, jualan bendera sudah sepi pada 16-17 Agustus.

Indra, penjual bendera di pinggir jalan raya Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, adalah rekan sepenanggungan Iqbal. Pemuda 18 tahun itu menyebut atribut yang paling diburu oleh beberapa orang saat ini adalah bendera berukuran 120 x 20 cm. "Kebetulan saya kehabisan stoknya," ujarnya.  

Menurut Indra, berjualan bendera di pinggir jalan sepertinya tidaklah mudah. Selain karena ada banyak pembeli yang menawar bendera dengan harga yang tidak wajar, hingga merasakan pengalaman diusir Satpol PP setempat. (zr/why)