Alvi Warda


Wartawan Tadatodays.com | 2022-04-17 13:59:01

Panji, Pemain Siter dari Kota Probolinggo

SENI: Kemampuan Panji dalam memainkan alat musik tradisional siter sudah tidak diragukan lagi. Ia sudah tampil di beberapa daerah di Jawa Timur, seperti Surabaya, Bangkalan dan Nganjuk. Panji mengajak anak muda di Probolinggo untuk menyenangi alat musik tradisional.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Tidak banyak anak muda sekarang yang suka memainkan alat musik tradisional. Namun, di Kota Probolinggo, masih cukup banyak anak muda yang menyukai seni musik tradisional. Salah satunya adalah Panji Asmara Puasa, yang sedari kecil sudah mahir memainkan siter.

Panji kini baru berusia 14 tahun. Melihat kakak-kakak dan orang tuanya yang berkecimpung di dunia kesenian, Panji penasaran bagaimana rasanya memainkan alat musik yang ada di rumahnya.

Panji merupakan buah hati dari pasangan pendiri Sanggar Seni Panji Laras Kota Probolinggo, yaitu Khotib dan Muji.  Panji tinggal bersama orang tuanya di rumah yang sekaligus menjadi markas Sanggar Panji Laras, di Jl. Kerinci No. 30, Kelurahan Pilang, Kec. Kademangan, Kota Probolinggo.

Hidup di keluarga gemar seni membuat Panji memiliki minat besar untuk belajar memainkan berbagai alat musik tradisional yang ada di rumahnya. Mulai dari siter, demung, saron, kendang dan bonang, semuanya dia mainkan.

Saat ditemui Selasa sore (29/03/2022) di rumahnya, Panji mengajak tadatodays.com melihat bagaimana ia berlatih memainkan siter dan saron. Terlihat ia begitu fokus, sampai dahinya basah oleh keringat. “Suka, karena liat kakak. Kok kayaknya seru, jadinya ikut juga,” ujarnya.

Berkat kemampuannya itu, Panji sering mendapatkan kejuaraan tingkat kota, provinsi sampai nasional. Yang terakhir, ia berkesempatan tampil di Surabaya, Bangkalan dan Nganjuk.

Meskipun sejak kecil dikelilingi oleh alat musik tradisional, Panji tidak pernah memiliki rasa bosan. Ia sangat menyukai saat berlatih dengan kakaknya atau ayahnya. Bahkan, ia memiliki cita-cita menjadi seorang guru karawitan. Supaya pelestarian alat musik tradisional di Kota Probolinggo bisa terus berkembang dan tak pernah pudar. “Enggak males karena suka, ndak pernah (bosan),” tuturnya. (alv/don)