Hilal Lahan Amrullah


Wartawan Tadatodays.com | 2021-04-21 15:57:00

Pariwisata Kembali Dibuka, Pemkab Probolinggo Ingin Sektor Wisata Menggeliat

DIBUKA: Pemkab Probolinggo resmi membuka tempat wisata, namun pengelola maupun pengunjung wajib menaati protokol kesehatan. Selain itu, pemkab membatasi kunjungan hanya 50 persem dari kapasitas tempat wisata. Seperti halnya di Bermi Eco Park yang banyak diminati pengunjung.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Sektor pariwisata yang terpukul akibat pandemi covid-19, berangsur-angsur mulai pulih. Pemkab Probolinggo terus melakukan upaya agar pariwisata terus menggeliat. Meski masih melakukan pembatasan, namun dampak positif dengan dibukanya kembali lokasi wisata dirasakan masyarakat.

“Dalam pemulihan ekonomi dari pariwisata saja bisa berefek ke aspek lain, seperti aspek perkebunan dan pertanian yang terdampak. Kami meyakini, pariwisata memiliki multiplayer effect pada sektor lain,” terang Kabid Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo Nurahman.

Baca Juga : Nekat Mudik, 53 Pekerja Migran Indonesia asal Kabupaten Probolinggo Dikarantina

Adapun kebijakan selama masa pandemi covid-19, semua obyek destinasi pariwisata hanya dapat menampung maksimal 50 persen pengunjung. Pengunjung maupun pengelola wajib mematuhi protokol kesehatan.

Baca Juga : Pemkab Probolinggo Menerapkan Prokes Ketat, Pelaksanaan Pilkades Serentak Lancar

Sementara pada seksi promosi, pihaknya mengaku bekerjasama dengan media massa. Promosi pariwisata juga gencar dilakukan di media sosial. “Kita tampilkan videonya dari titik-titik wisata yang ada,” ungkapnya.

POTENSI: Dibukanya tempat wisata di Kabupaten Probolinggo tak lepas dari upaya pemkab untuk menggeliatkan perekonomian, terutama warga sekitar. Terlebih, menjamurnya tempat wisata di Kabupaten Probolinggo selama ini memberi dampak positif bagi perekonomian warga.

Sedangkan pada seksi ekonomi kreatif, Disporaparbud melakukan pengembangan UKM di sekitar obyek wisata yang berkembang. Terutama di daerah penghasil pertanian dan perkebunan. Tepatnya di daerah dataran tinggi.

 “Itu menjadi daya tarik baru di sektor agrowisata. Saat ini sudah mulai bergeliat, hanya saja karena masih dibatasi tingkat kunjungannya. Wisatawan mancanegara selama covid-19 distop, sehingga pendapatannya juga menurun,” jelasnya.

Pihaknya berharap ke depan sektor pariwisata semakin menggeliat. Sehingga target yang diharapkan terwujud. Baik potensi wisata di dataran tinggi maupun dataran rendah. Peningkatan sarana prasarana di lokasi wisata juga dilakukan. Seperti pembangunan anjungan di Pantai Bahak, Kecamatan Tongas.

ASRI: Wisata Kopi Watupanjang yang mempesona dengan taman bunganya juga tak luput dari penerapan protokol kesehatan. Pengelola tidak keberatan dengan aturan tersebut demi antisipasi penyebaran virus.

“Selain itu, kami juga lakukan kegiatan di tempat wisata sebagai bentuk promosi,” katanya. Dukungan pemerintah pusat juga tampak dengan dibangunnya sarana penunjang. Seperti pembangunan gapura selamat datang maupun fasilitas rumah baca. Di antaranya di lokasi wisata Bromo. Hal itu diharapkan menambah daya tarik pengunjung.

Kasi Destinasi Pariwisata Disporaparbud Musa menambahkan, dibukanya keran kunjungan ini melegakan banyak pihak. Terutama pengelola wisata. Tidak terkecuali pengelola hotel dan restoran serta pelaku UMKM.

Karena itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo dan pengelola untuk menyamakan persepsi. “Tujuannya untuk pemulihan ekonomi masyarakat, namun demikian tidak mengesampingkan protokol kesehatan,” katanya. 

Pihaknya juga bersyukur, kini berangsur-angsur penyebaran covid-19 bisa ditekan. Sejumlah daerah yang sebelumnya masuk zona merah, kini sudah menjadi zona hijau. Meski begitu, penerapan protokol kesehatan tetap dilakukan agar tidak terjadi anomali.

“Sekarang bersyukur sebaran covid-19 sudah banyak zona hijau,” jelasnya. Pembinaan dan pelatihan terhadap pelaku sektor pariwisata terus dilakukan. “Tiga seksi di Disporaparbud berkolaborasi untuk pemulihan ekonomi. Peningkatan kunjungan sudah dirasakan, meskipun tidak maksimal,” tegasnya. (*)