Rifky Leo Argadinata


Wartawan Tadatodays.com | 2022-04-13 08:49:38

Pasar Takjil Dongkrak Pendapatan Pedagang di Banyuwangi

MOMENTUM: Pasar takjil di Kecamatan Cluring, Banyuwangi memang tak begitu besar. Namun berkat pasar yang hanya ada di bulan Ramadan itu, pendapatan pedagang bisa naik dua kali lipat.

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Hampir di semua daerah terdapat pasar takjil selama bulan Ramadan. Tak terkecuali di Kabupaten Banyuwangi. Di wilayah ujung timur Pulau Jawa ini banyak ditemukan pasar takjil, salah satunya di Kecamatan Cluring.

Pasar takjil di Kecamatan Cluring dibuka di Jalan Tamanagung, Desa Tamanagung. Saban harinya, ada sekitar 25 pedagang yang menggelar dagangannya setiap sore. pedagang mengaku pendapatannya naik hingga dua kali lipat, disbanding berjualan sebelum Ramadan.

Baca Juga : BMKG Banyuwangi Prediksi Banjir Rob Berlangsung Dua Hari

Koordinator pasar takjil, Ahmad mengatakan kegiatan pasar takjil di Kecamatan Cluring rutin dibuka di kawasan Jalan Tamanagung setiap tahunya. Pasar takjil tersebut dibukan untuk memberi kemudahan bagi warga yang sedang mencari kebutuhan buka puasa.

Baca Juga : Banjir Rob Landa Tiga Kelurahan di Banyuwangi

Ahmad menerangkan, untuk lapak pedagang berdiri berdiri di kanan kiri jalan secara berjejer dan berhad-hadapan. Menurutnya, lokasi jalan tersebut cukup strategis karena akses penghubung antara Desa Tamanagung dengan desa lainya.  Para pedagang yang menjajakan jualanya berasal dari Desa Cluring, Sraten dan Jajag," ujarnya.

Bagi pedagang yang ingin berjualan di pasar takjil tersebut tidak dikenakan biaya sewa lapak. Mereka hanya diminta untuk membayar uang kebersihan sebesar Rp 2000. "Silahkan mereka berjualan disini, kami hanya meminta iuran untuk kebersihan sampah," katanya.

Sementara, Trimo, pedagang minuman Jasuke mengaku bersyukur dengan adanya pasar takjil. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat membantu perekonomian masyarakat. “Omset makin bertambah,” kata Trimo.

Trimo menerangkan, dengan berjualan di pasar takjil pendapatan kotor yang ia dapat setiap harinya sampai Rp 400 ribu. Pendapatan itu tentu jauh lebih besar dibanding selain bulan Ramadan, yakni di kisaran Rp 150 ribu setiap harinya. (rl/don)