Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2020-12-06 16:28:36

Pasca Dipecat PDIP, Pudjo Uraikan “Benang Merah” di Balik Keputusannya

URAI: Mantan wakil walikota Pasuruan, Pudjo Basuki, menceritakan alasannya tidak mendukung calon yang diusung PDIP di Pilkada Kota Pasuruan 2020.

PASURUAN, TADATODAYS.COM - Mantan Wakil Walikota Pasuruan, Pudjo Basuki, merupakan salah satu kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) asal Kota Pasuruan. Meski termasuk kader lawas, namun Pudjo, sapaan akrabnya, justru tidak mendukung calon wali kota yang diusung PDIP dalam Pilkada Kota Pasuruan 2020, Raharto Teno Prasetyo. Pudjo memantabkan diri mendukung cawali Saifullah Yusuf, yang tidak diusung PDIP.

Bukan tanpa alasan bagi Pudjo, setelah ia mantab untuk tidak mendukung Teno, sapaan akrab Raharto Teno Prasetyo. Ia mengatakan, ada garis merah dalam sejarah politik Saifullah Yusuf. Garis merah dimaksud yakni, bahwa Gus Ipul, sapaan Saifullah Yusuf, adalah salah satu politisi PKB yang direstui oleh Abdurrahman Wahid untuk berpindah ke PDIP.

Baca Juga : Tak Dukung Teno, Mantan Wawali Pasuruan Dipecat dari PDI-P

Pudjo pun menceritakan sejarah Gus Ipul dari PKB ke PDIP. Singkat cerita, Pudjo sempat bertemu dengan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarno Putri di rumahnya di Keluruhan Kebagusan, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada 15 tahun silam atau tahun 2005. Saat itu, Pudjo masih menjabat sebagai Wakil Walikota Pasuruan.

Saat itulah, ia mendengar cerita dari Megawati bahwa Abdurrahman Wahid dan Megawati melakukan pembahasan tentang salah satu dari dua kader PKB yang dapat direkrut PDIP. Yakni Ketua Umum PKB saat ini, Muhaimin Iskandar dan Saifullah Yusuf. "Kemudian Bu Mega memilih pak Saifullah yusuf," ceritanya.

Oleh sebab itu, di pilkada Kota Pasuruan tahun 2020 ini, Pudjo berani mengambil konsekuensi secara pribadi untuk mendukung Gus Ipul, dikarenakan ada benang merah sejarah. Meski begitu, ia tetap mempertanyakan alasan PDIP memecat dirinya. Padahal, ia menganggap bahwa dirinya hanyalah sebagai anggota partai, dan bukan sebagai pengurus partai.

Ketika ditanya, apakah setelah dipecat PDIP dirinya akan bergabung dengan partai lain? Ia mengatakan, tidak. Tapi Pudjo mengaku masih akan berpikir ulang. “Saya tidak ingin keluar. Karena banyak orang yang tidak paham perbedaan mengundurkan diri dengan pemecatan," jelasnya.

Karena itu, Pudjo berencana akan mengajukan surat pembelaan diri melalui kongres ke-6 PDIP. “Agar dapat diputuskan surat rehabilitasi," imbuhnya.

Meski memastikan diri untuk tidak keluar dari partai moncong putih itu, namun ia sudah banyak mendapat tawaran untuk bergabung ke partai lainnya. "Satu prinsip saya, bahwa saya akan bergabung dengan himpunan orang-orang kecil,” pungkasnya. (ang/don)