Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2020-09-29 20:04:25

Pasien Covid-19 yang Enggan Diisolasi Akhirnya Menyerahkan Diri

DIANTAR: AM (berkerudung putih) saat diperiksa kesehatannya oleh tim kesehatan di Rumah Sehat Klinik An-Nisa

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Seorang Ibu melahirkan yang sebelumnya menolak diisolasi setelah terkonfirmasi positif covid-19, akhirnya menyerahkan diri. Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo menerima AM (sebelumnya disebut AD) yang diantar langsung oleh anggota keluarganya.

Mereka datang ke rumah sehat kabupaten setempat, pada Selasa malam (29/9/2020) sekira pukul 19.00 WIB.

Baca Juga : Operasi Masker di Kabupaten Probolinggo Tunggu Hakim dan Jaksa

Koordinator Pengamanan dan Penegakan Hukum Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolingo, Ugas Irwanto mengatakan bahwa karantina tersebut hanya berlaku bagi ibunya. Karena bayi yang baru saja dilahirkan itu hasil swabnya negatif.

Baca Juga : KPU Jember Jamin Hak Pemilih yang Terpapar Covid-19

"Alhamdulilah, malam ini pasien asal Parsehan, Tamansari sudah bergeser ke Rumah Sehat Klinik An-Nisa. Datang ke klinik, bayi tidak dibawa karena hasil swabnya negatif. Jadi ibunya saja yg diisolasi," terangnya pada Tadatodays.com.

Diketahui kondisi yang bersangkutan saat ini sehat walafiat tidak ada gejala penyakit lainnya. Jadi sebelum diantar oleh keluarganya, satgas kecamatan melakukan upaya pendekatan dengan cara mengumpulkan pihak keluarga pasien di rumah salah satu tokoh masyarakat setempat. Karena sebelumnya pihak keluarga dan warga sekitar menolak pasien tersebut dikarantina oleh pihak satgas. Dengan penjelasan dari pihak satgas, maka pihak keluarga sadar akan pentingnya isolasi tersebut. Selain menjaga kesehatan pasien juga menjaga agar penyakit covid-19 yang dibawanya tidak menular pada keluarga yang lain.

"Itu karena adanya kesalahan informasi yang diterima oleh pasien dan keluarga pasien tentang pemahaman covid-19. Mereka juga kurang pemahaman tentang rumah sehat isolasi. Setelah dijelaskan akhirnya mereka sadar dan bersedia mengantarkan langsung," paparnya.

Seperti diketahui sebelumnya, pasien positif covid-19 asal Dusun Parsehan, Desa Tamansari, Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo menolak untuk dikarantina. Padahal hasil swabnya keluar dan dinyatakan positif covid-19. Warga sekitar pun ikut menolak, sehingga sempat terjadi keramaian saat akan melakukan penjemputan pasien. (zr/hvn)