Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-07-01 20:56:46

Pastikan Lowongan Kerja Hoaks, Puskemas Jati Polisikan Penyebar Info

KABAR PALSU: Maulana Haidir (kanan), menunjukkan akun pemberi info terhadap dirinya untuk disebarluaskan melalui akun infolokerprobolinggo.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Kabar dibukanya lowongan kerja di Puskemas Jati Kota Probolinggo, dibantah oleh Plt Kepala Puskemas Jati, drg. Endah Ayu Lestari. Pasalnya, sebelum 30 Juni 2021, pembukaan loker tersebut belum dibuka oleh Pemkot Probolimggo. Karena ada belasan orang menjadi korban penipuan informasi tersebut, Puskesmas Jati pun mempolisikan akun penyebar info.

Hal itu diketahui setelah tim kreatif Puskesmas Jati, meminta klarifikasi kepada pemilik akun influencer Instagram Infolokerprobolinggo bernama Maulana Haidir, 23, warga Kelurahan/Kecamatan Mayangan. Tapi perlu diketahui, bahwa Maulana hanya menerima permintaan dari akun orang lain agar menyebarkan info lowongan kerja tersebut.

Baca Juga : Nama Wabup Probolinggo Dicatut untuk Donasi Pembangunan Sarana Ibadah

Untuk meluruskan kasus tersebut, Maulana yang karib disapa Alan ini mendatangi Puskemas Jati pada Kamis (1/7/2021) sekira pukul 11.30 WIB.

Baca Juga : Gelapkan Motor dengan Cara Ajak Korban ke Vila di Prigen

Diketahui, akun infolokerprobolinggo memiliki 9.153 pengikut dan 654 postingan.

Ketika ditemui di Puskesmas Jati, Alan mengatakan, mulanya akun Ikaratnasari253 memintanya untuk mempublikasi pamflet berisi lowongan kerja tersebut. Saat itu, Alan tidak menyadari bahwa info tersebut merupakan hoaks.

Lantas, pada Senin (28/6), Alan membantu mempublikasikannya. Tiga hari setelahnya, Alan mengecek sosial medianya. Saat itulah, ia  dikagetkan dengan pemberitahuan dari Puskemas Jati serta 3 orang lainnya bahwa informasi loker adalah hoaks.

Ia seakan tak percaya, sebab akun Ikaratnasari253 juga mengirimkan formasi lowongan kerja, seperti staf kantor dan staf Vaksinasi perawat, lengkap dengan nomor  handphone. "Saat dihubungi lagi, akunnya tidak merespon," ujar Alan.

Oleh karena itu, Alan selanjutnya datang ke Kantor Puskemas Jati untuk mengklarifikasi dan meminta maaf atas publikasi tersebut. Ia meminta maaf kepada pihak terkait dan netizen karena tak mengecek terlebih dulu informasi yang diterimanya. "Ke depan saya akan lebih teliti kembali," katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Puskesmas Jati Endah Ayu Lestari, mengatakan bahwa informasi loker tidak benar. Dari itu, pihaknya langsung menghubungi akun milik Alan dan berkoordinasi dengan Tim Kreatif Puskesmas Jati, kemudian ke Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB (DKP2KB), serta terakhir ke Dinas Komunikasi dan Informatika setempat.

Setelah ada pemberitaaan dari sosmed Kominfo soal loker hoaks, Endah menyebutkan bahwa ada 6 orang yang datang ke kantornya dan sebagian lainnya berpesan ke sosmed untuk mengklarifikasi.

Maka dari itu, karena banyak korban yang tertipu, pihaknya telah melaporkan akun Ikaratnasari 253 ke Polres Probolinggo Kota.

Selain itu, Endah menyebutkan rata-rata korban diminta uang sebesar Rp 50 ribu untuk biaya tes kesehatan yang kemudian dikirimkan ke nomor rekening bank atas nama Koirul Anam. Akun penipu dan nomor rekening merupakan satu kesatuan milik pelaku. "Tapi para korban tidak bersedia menyampaikan bukti transfer," katanya, bersama kepala tim kreatif Puskesmas Jati Ratih Darmayanti.

Endah mengaku baru pertama kali kasus ini terjadi di puskesmas yang dipimpinnya. (ang/don)