Hilal Lahan Amrullah


Wartawan Tadatodays.com | 2020-12-05 18:01:26

Pedagang Tak Setuju Pasar Tugu Ditutup

PRO KONTRA: Langkah Pemkot Probolinggo meniadakan Pasar Tugu karena pandemi Covid-19 ditolak PKL, sebab PKL mengklaim bahwa mereka menjadi penunjang perekonomian.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Pemkot Probolinggo telah memutuskan untuk meniadakan kegiatan pasar sabtu minggu (Tugu) di kawasan Alun-alun Kota Probolinggo, sebab pandemi Covid-19 masih terjadi. Akan tetapi, paguyuban PKL mmengaku tidak setuju dengan keputusan tersebut.

“Sebetulnya, itu (Pasar Tugu, red.) tidak dibuka oleh Pak Wali Kota sejak tiga atau empat bulan yang lalu,“ kata kepala Satpol PP Kota Probolinggo, Agus Efendi.

Baca Juga : Pol PP Fokus Operasi Non-Yustisi, PKL Kembali Berjualan di Belakang Eratex

Agus menjelaskan, pedagang tersebut bukanlah PKL harian, karena itu mereka digeser untuk tidak berjualan di Pasar Tugu. Karena itu, ia meminta pedagang untuk tidak memanfaatkan jalan protokol di kawasan alun-alun. “Jika masih berjualan, kita pinggirkan, kita suruh pergi," tegasnya.

Baca Juga : Datangi 4 Proyek Fisik, Komisi 3 DPRD Kota Probolinggo: Jangan Sampai Putus Kontrak

Sementara, informasi peniadaan Pasar Tugu sudah disosilisakan oleh DKUPP Kota Probolinggo. DKUPP menyampaikan peniadaan pasar tugu mulai Sabtu (28/11/2020) lalu.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Paguyuban PKL Kota Probolinggo, Munadi mengaku tidak sepakat jika Pasar Tugu ditiadakan. Pihaknya mempertanyakan alasan pemkot yang hanya meniadakam aktivitas pedagang kecil. Padahal, menurutnya, penunjang perekonomian adalah PKL atau UMKM. “Menurut OJK, penunjang perekonomian itu 97 persen oleh PKL atau UMKM,” ujar Munadi.

Salah satu PKL Pasar Tugu yang berjualan sepatu, Hendro, 60, mengatakan bahwa Pasar Tugu hanya dibuka sekali dalam satu minggu. Untuk durasi berjualan paling lama empat jam, dari pukul 06.00 hingga pukul 10.0 WIB. “Saya buka Hari Minggu saja, saya tidak cari kaya, saya cari makan," terang Hendro. (hla/don)