Rifky Leo Argadinata


Wartawan Tadatodays.com | 2022-05-22 18:50:39

Pelajar Banyuwangi Antusias Ikut Coaching Clinic Berselancar

LATIHAN: Menyambut World Surf League di G-Land, sejumlah pelajar di Banyuwangi antusias mengikuti coaching clinic berselancar di Pantai Pulau Merah.

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Puluhan pelajar di Banyuwangi antusias mengikuti coaching clinic berselancar yang digelar di Pantai Pulau Merah, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (21/5/2022). Pelatihan ini dilakukan sebagai aktivitas menyambut World Surf League (WSL) Championship Tour 2022 yang akan digelar di Pantai G-Land, Banyuwangi, 27 Mei - 6 Juni.

Pelatihan surfing ini digelar oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) bersama dengan Persatuan Ombak Selancar Indonesia (PSOI) Banyuwangi.  Puluhan peserta tampak antusias. Wajah-wajah mereka terlihat serius menyimak teori dan praktek langsung yang diperagakan para peselancar.

Baca Juga : Johanny Defay - Jack Robinson Juarai WSL G-Land Banyuwangi

Gilang, siswa SMPN 1 Siliragung mengaku penasaran dengan surfing. Karenanya, ia bersemangat mengikuti pelatihan yang diselenggarakan di  Pantai Pulau Merah. "Saya penasaran rasanya saat naik selancar. Ini perlu dicoba," ujarnya.

Baca Juga : Rio Waida Terhenti di 16 Besar WSL G-Land Banyuwangi

Gilang mengaku baru kali pertama ini belajar berselancar. Ia menyebut pengalaman ini tidak akan ia lupakan. Gilang pun mantap mencoba papan surfing tersebut. "Ini pengalaman pertama saya. Rasanya sangat asyik saat bisa berdiri di papan surfing," katanya. 

Dafa Hengky, juga peserta pelatihan, mengaku senang dengan adanya coaching clinic di Banyuwangi. "Kita dulu belajar sendiri bareng teman-teman di pantai. Saya sudah bermain sejak TK. Dengan adanya pelatihan ini, saya senang, karena lebih banyak teman yang mau belajar surfing. Karena ada instrukturnya, jadi lebih terarah," ujarnya. 

Selain itu, tidak perlu waktu lama bagi puluhan peserta coaching clinic untuk belajar berselancar. Secara bertahap mereka dapat mempraktikkan cara surfing dan memahaminya. Terlihat wajah senang mereka saat menaiki papan tersebut.

Total ada 50 pelajar dari tingkat SD, SMP, dan SMA yang mengikuti coaching clinic tersebut. Selama sehari penuh mereka mengikuti arahan peselancar lokal profesional. Para peserta dikenalkan pada papan surfing, teknik surfing, hingga diberikan kesempatan untuk praktik langsung di laut dengan didampingi oleh instruktur.

Pantai Pulau Merah sendiri dikenal sebagai salah satu tempat untuk surfing. Banyuwangi pernah menggelar kompetisi surfing nasional di pantai tersebut.

Sementara, Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Banyuwangi Azis Hamidi menjelaskan kegiatan ini hasil kolaborasi pemkab bersama persatuan selancar ombak air (PSOI) Banyuwangi dan sejumlah komunitas peselancar lokal. Di antaranya Pulau Merah Board Rider (PMBR) surf school, Febri Surf School, PM Boys Surf School, dan Pulau Merah Surfing.

Menurut Azis, kegiatan ini menjadi bagian untuk memperkenalkan surfing sejak dini kepada generasi muda.  "Ini salah satu cara mencetak generasi baru atlet selancar di Banyuwangi. Kita mulai dari Pantai Pulau Merah, dengan harapan bisa memicu komunitas peselancar di pantai lainnya untuk menggelar kegiatan serupa," ungkapnya.

Sedangkan Ketua Harian PSOI Banyuwangi Suroto menambahkan, selama ini pihaknya terus berupaya mencetak bibit baru atlet selancar di Banyuwangi. Di antaranya dengan  membuka pelatihan selancar gratis bagi anak-anak, mulai SD hingga SMA.  "Kami juga bekerja sama dengan salah satu kampus di Banyuwangi membuka ekstrakurikuler selancar bagi mahasiswa. Ini sudah berjalan sejak 2015," ujarnya.

Diketahui, Pantai Plengkung atau Pantai G-Land Banyuwangi akan menjadi tuan rumah WSL Championship Tour. Event ini akan digelar pada 28 Mei - 6 Juni 2022.

G-Land dikenal dengan ombaknya yang menjadi salah satu terbaik di dunia. G-Land sendiri berada di areal Taman Nasional Alas Purwo yang telah ditetapkan sebagai cagar biosfer dunia oleh Unesco, juga salah satu situs taman bumi (geopark) nasional yang saat ini tengah dalam proses penilaian menuju jaringan geopark dunia (Unesco Global Geopark/UGG). (rl/why)