Pelajar SMK di Banyuwangi Ciptakan Kompor Berbahan Bakar Oli Bekas dan Minyak Jelantah

Mohamad Abdul Aziz
Mohamad Abdul Aziz

Monday, 11 May 2026 16:09 WIB

Pelajar SMK di Banyuwangi Ciptakan Kompor Berbahan Bakar Oli Bekas dan Minyak Jelantah

INOVASI: Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melihat langsung kompor berbahan bakar oli bekas dan minyak jelantah hasil karya siswa, Senin (11/5/2026).

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Kreativitas anak muda di Banyuwangi kembali mencuri perhatian. Pelajar SMK Gajah Mada Banyuwangi berhasil menciptakan kompor berbahan bakar limbah cair berupa oli bekas dan minyak goreng bekas pakai (jelantah).

Inovasi tersebut dinilai ekonomis sekaligus ramah lingkungan. Hanya dengan memanfaatkan satu liter oli atau minyak jelantah, kompor mampu menyala selama 3 hingga 4 jam.

Guru pembimbing jurusan otomotif SMK Gajah Mada, Rusianto mengatakan, ide pembuatan kompor alternatif itu muncul dari keresahan melihat banyaknya limbah oli bengkel maupun minyak jelantah rumah tangga yang dibuang sembarangan.

“Padahal limbah cair tersebut masih bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif. Dengan begitu tidak mencemari lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, inovasi itu juga lahir karena tingginya ketergantungan masyarakat terhadap gas LPG. Kompor tersebut diharapkan dapat menjadi solusi alternatif bagi rumah tangga hingga pelaku UMKM kuliner. “Meski menggunakan bahan bakar jelantah maupun oli bekas, tidak mempengaruhi rasa masakan dan tidak menimbulkan bau,” tambahnya.

Kompor rakitan para pelajar itu dibuat menggunakan bahan sederhana seperti pipa besi sebagai rangka, blower untuk mendorong bahan bakar, keran air sebagai pengatur aliran bahan bakar, serta kaleng sebagai tempat pemanas.

Cara penggunaannya cukup mudah. Sebelum digunakan memasak, kompor dipanaskan secara manual sekitar lima menit. Setelah itu keran dibuka untuk mengalirkan bahan bakar dan blower dinyalakan guna mengatur besar kecilnya api.

Pihak sekolah juga membuka pemesanan kompor untuk kebutuhan rumah tangga maupun UMKM dengan harga yang disebut cukup terjangkau dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi inovasi tersebut. “Ini ide kreatif agar masyarakat tidak hanya bergantung pada LPG. Ternyata ada alternatif bahan bakar yang mudah didapatkan, bahkan berasal dari limbah rumah tangga sendiri,” kata Ipuk saat meninjau kompor inovatif tersebut, Senin (11/5/2026).

Ia berharap inovasi tersebut terus disempurnakan agar dapat diproduksi secara massal dan dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat. “Saya berharap kreativitas ini bisa menjadi motivasi bagi pelajar lain untuk terus menghasilkan karya inovatif,” katanya. (azi/why)


Share to