Pemain Putra Jaya Pasuruan Disanksi Larangan Sepak Bola Seumur Hidup, Buntut Menendang Dada Lawan

Amal Taufik
Amal Taufik

Wednesday, 07 Jan 2026 13:46 WIB

Pemain Putra Jaya Pasuruan Disanksi Larangan Sepak Bola Seumur Hidup, Buntut Menendang Dada Lawan

TENDANG DADA: Aksi Muhammad Hilmi Gimnastiar melayangkan tendangan ke dada pemain lawan saat bertanding kontra Perseta 1970. (Foto: Tangkapan layar pertandingan dari PSSI Jawa Timur)

PASURUAN, TADATODAYS.COM - Pemain klub Putra Jaya Pasuruan dijatuhi sanksi oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Jawa Timur. Ini imbas aksinya melayangkan tendangan ke arah dada pemain lawan saat bertanding kontra Perseta 1970, Senin (5/1/2026).

Laga Putra Jaya Sumurwaru Pasuruan melawan Perseta 1970 digelar di Stadion Bangkalan Madura, dalam rangkaian babak 32 besar Liga 4 Jawa Timur. Putra Jaya harus mengakui keunggulan Perseta 1970 dengan skor 2-0.

Pada menit ke-71 pemain Putra Jaya Muhammad Hilmi Gimnastiar, saat hendak merebut bola dari pemain Perseta 1970, Firman Nugraha, justru melayangkan tendangan ke arah dada Firman. Karena aksi tersebut, Firman langsung tersungkur hingga dilarikan ke rumah sakit.

Pada Rabu (07/01/2025), Komdis PSSI Jawa Timur menerbitkan putusan terhadap Muhammad Hilmi Gimnastiar. Sidang komdis yang dipimpin oleh Samiadji Makin Rahmat memutuskan apa yang dilakukan Hilmi termasuk pelanggaran berat.

Hilmi dinyatakan melakukan pelanggaran pasal 48 juncto pasal 49 juncto pasal 10 juncto 19 kode disiplin PSSI 2025. Komdis juga menilai tindakan Hilmi mengakibatkan luka parah dan berpotensi menjadi cacat permanen.

"Berdasarkan fakta dan pertimbangan hukum, Komdis PSSI Jawa Timur menghukum Muh. Hilmi Gimnastiar dari klub Putra Jaya Pasuruan dengan membayar denda Rp2.500.000," tulis Samiadji.

Selain itu Komdis PSSI Jawa Timur juga menjatuhkan hukuman terhadap Hilmi larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup.

Sementara itu Ketua Harian PS Putra Jaya Sumurwaru Gaung Andaka Ranggi menyatakan bahwa klub Putra Jaya sudah melakukan putus kontrak dengan Hilmi.

"Karena tindakannya yang tidak sesuai dengan azas sepak bola fair play dan menyalahi koridor turan sepak bola dengan melakukan tindakan kasar kepada lawan. Kami selaku pengurus PS Putra Jaya Sumurwaru meminta maaf kepada semua pihak atas perbuatan pemain kami khususnya kepada tim Perseta 1970," kata Gaung dalam surat resminya. (pik/why)


Share to