Pembangunan Lapas Baru di Pasuruan 60 Persen, Belum Ada Kepastian Dilanjutkan Tahun Ini

Amal Taufik
Amal Taufik

Thursday, 28 May 2026 15:09 WIB

Pembangunan Lapas Baru di Pasuruan 60 Persen, Belum Ada Kepastian Dilanjutkan Tahun Ini

LAPAS: Bangunan lapas baru di Kota Pasuruan.

PASURUAN, TADATODAYS.COM - Pembangunan lapas baru terintegrasi di wilayah Kelurahan Tapaan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan masih 60 persen. Tahun ini belum ada kepastian akan dilanjutkan.

Kepala Lapas IIB Pasuruan Tri Wibawa Kristiana mengungkapkan, sampai saat pihaknya masih belum mendapat informasi terkait besaran yang bakal dikucurkan pemerintah pusat untuk pembangunan lanjutan tahun ini.

Pembangunan lapas terintegrasi ini merupakan proyek multiyears. Pada tahun 2025 ini pemerintah pusat menggelontorkan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk lanjutan pembangunan lapas.

"Sampai saat ini kami masih belum mendapat informasi atau kepastian apakah tahun ini ada anggaran dari pemerintah pusat untuk kelanjutan proyek pembangunan," kata Tri Wibawa, Rabu (27/05/2026).

Namun begitu, Tri Wibawa menyebut, pihaknya sudah diminta untuk bersiap jika sewaktu-waktu harus pindah ke lapas baru. Beberapa waktu seluruh fasilitas dasar telah diperiksa untuk memastikan berfungsi dengan baik.

Menurutnya, meski belum maksimal, secara keamanan, bangunan dan infrastruktur yang ada saat ini sudah bisa digunakan. Hanya memang beberapa fasilitas penunjang seperti balai latihan kerja untuk narapidana belum dibangun.

Pada tahun 2025 kemarin, pembangunan mencakup poliklinik, gereja, dan pos utama atau pos jaga. Masih kurang vihara, dua blok hunian, vihara, kawasan seperti parkir, jalan, dan rumah dinas.

"Sekarang lapas kami kapasitasnya 289 orang. Kalau di sana kapasitasnya sekitar 1.000 orang. Kalau misalnya harus pindah dengan bangunan yang ada sekarang, 600-an orang bisa masuk. Tapi sekali lagi, kami belum mendapat kepastian dari pemerintah pusat," imbuh Tri Wibawa.

Lapas terintegrasi di Kota Pasuruan ini diproyeksikan akan menjadi salah satu smart prison di Indonesia. Selain memiliki kapasitas yang lebih besar, sistem keamanannya juga lebih canggih berbasis teknologi informasi dan artificial intelligence. (pik/why)


Share to