Pembangunan Pasar Baru di Bugul Kidul Kota Pasuruan Batal Tahun Ini

Amal Taufik
Amal Taufik

Tuesday, 24 Feb 2026 18:54 WIB

Pembangunan Pasar Baru di Bugul Kidul Kota Pasuruan Batal Tahun Ini

PASAR: Salah satu pasar di Kota Pasuruan.

PASURUAN, TADATODAYS.COM - Harapan warga wilayah timur Kota Pasuruan untuk lebih dekat dengan akses pasar, masih harus tertunda. Rencana pemkot membangun pasar baru batal tahun ini.

Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo mengatakan, pembangunan pasar baru di wilayah Bugul Kidul terpaksa batal pada tahun ini karena dampak pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD). Padahal pasar tersebut menjadi salah satu upaya pemerataan pembangunan infrastruktur.

Selain itu, pasar tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. "Iya belum masuk tahun ini. Karena TKD berkurang," kata Adi, Selasa (24/02/2026).

Pemkot sebenarnya sudah menyedikan lahan aset yang berada di Kelurahan Kepel, Kecamatan Bugul Kidul. Luasnya sekitar 2 hektare. Selain itu, pemkot juga sudah melakukan kajian atas pasar tersebut dan bahkan sudah sempat dilakukan pengurukan lahan pada tahun 2025.

Anggota Komisi II DPRD Kota Pasuruan, R. Imam Joko Sih Nugroho, menyoroti kondisi keuangan daerah yang terdampak kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat. Ia menyebut pengurangan transfer dana pusat tahun ini mencapai sekitar Rp139 miliar, sehingga memberi tekanan cukup besar terhadap APBD Kota Pasuruan.

Menurut Imam, ketergantungan anggaran Kota Pasuruan yang lebih dari 70 persen bersumber dari dana transfer pusat membuat kebijakan tersebut berimbas langsung pada sejumlah program dan kegiatan, terutama di sektor infrastruktur. Salah satu yang terdampak adalah rencana pembangunan pasar baru di Kecamatan Bugul Kidul yang sebelumnya dianggarkan sekitar Rp14 miliar.

“Kondisi ini tentu sangat mempengaruhi program dan kegiatan, khususnya pembangunan infrastruktur, termasuk rencana pasar di Bugul Kidul. Padahal pembangunan itu bisa memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujar Imam.

Ia menilai, pasar baru tersebut sejatinya dapat menjadi rintisan pengelolaan pasar yang lebih tertata di Kota Pasuruan. Karena itu, ia berharap pada tahun anggaran 2027 mendatang proyek tersebut bisa kembali dimasukkan sebagai prioritas pembangunan.

“Harapan saya tahun 2027 bisa diprioritaskan. Tapi pemkot harus sudah menyiapkan desain dan konsep pasar yang berkesinambungan. Jangan sampai pasar baru nanti kondisinya tidak jauh berbeda dengan pasar yang sudah ada, semrawut, kumuh, dan kurang nyaman bagi pedagang maupun pengunjung,” ujarnya. (pik/why)


Share to