Alvi Warda


Wartawan Tadatodays.com | 2022-03-08 20:03:08

Pembatik Kota Probolinggo Belajar Bikin Konten Sosmed

PRAKTIK: Seorang peserta pelatihan melihat langsung bagaimana narasumber Sigid Trianggoro mengambil gambar batik yang diperagakan oleh seorang model. Praktik langsung itu benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pembatik, untuk memahami pentingnya digital marketing.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Pembinaan Ekonomi Kreatif dengan sasaran para pembatik Kota Probolinggo, berlanjut di hari kedua pada Selasa (8/3/2022). Bertempat di Gedung Kesenian Kota Probolinggo, pada hari kedua pelatihan digital marketing ini para pembatik diajak praktik langsung membuat video promosi untuk konten sosial media atau sosmed. 

Sekitar pukul delapan pagi, acara dimulai dari praktik produksi konten foto dan video promosi produk level awareness. Untuk ini, setiap pembatik yang mengikuti pelatihan diminta membawa satu batik produksi terbaiknya.

Baca Juga : Pasar Santri Ramadan, Event Ekonomi Kreatif Wadah Kemandirian Pesantren Jember

Selanjutnya, batik tersebut diperagakan oleh tiga orang model. Nah, masing-masing pemilik batik kemudian diminta memotret dan merekam video peragaan tersebut.

Baca Juga : Pembatik Kota Probolinggo Dilatih Digital Marketing

Tim narasumber yang bertugas kemudian membimbing para pembatik dalam pembuatan foto dan video promosi untuk konten sosmed. Mulai dari pemilihan angle gambar, tingkat pencahayaan dan teknik dasar videografi lainnya.

Setelah pembuatan foto dan video selesai, peserta kemudian diajari langsung mengedit video menggunakan aplikasi video editor yang bisa diunduh di masing-masing ponselnya. Setiap pembatik bersemangat sekali belajar mengedit video. Walau dengan susah payah, akhirnya berhasil juga mereka mengedit video sampai jadi.

Selanjutnya, video peragaan batik itu dievaluasi oleh editor tadatodays.com, Sigid Trianggoro. Menurut Sigid, kualitas gambar sudah cukup, yang perlu diperhatikan hanyalah teknik memegang kamera, agar hasil gambar tidak goyang.

Selesai evaluasi, para pembatik Kota Probolinggo bersepakat membuat akun instagram bersama. Akun instagram ini nantinya akan menjadi akun bersama bagi para pembatik Kota Probolinggo. Di akun itu nantinya para pembatik bisa mengunggah konten-konten promosi masing-masing produksi batiknya.

Dua hari Pembinaan Ekonomi Kreatif bagi pembatik ini kemudian ditutup. Sekitar pukul 11.30 WIB, Kabid Destinasi Pariwisata Dispopar Kota Probolinggo, Slamet menutup acara ini dengan menyatakan harapan agar para pembatik benar-benar mempraktikkan ilmu yang didapat untuk meningkatkan promosi batik Kota Probolinggo melalui sosmed.

Feni, pemilik Rumah Batik Radin di Jalan Wijaya Kusuma Kota Probolinggo, mengaku sebelumnya memang belum bisa mengedit video. Dengan mengikuti Pembinaan Ekonomi Kreatif ini, ia sangat terkesan.

Ia juga berharap ke depannya agar diadakan agenda serupa, sehingga wawasannya bisa bertambah. “Alhamdulillah, sedikit demi sedikit bisa tahu,” ujarnya.

Ia juga mengaku akan membuatkan produk batiknya akun instagram khusus, agar bisa mempraktikkan ilmu digital marketing yang didapat dari pelatihan ini. “Saya akan buat instagram untuk batik,” kata Feni.

Sedangkan Friday Purnama Sari, pemilik Day Art Batik, menyatakan bahwa materi yang diberikan sangat bermanfaat. Selain itu, dalam penyampaian materi, narasumber memaparkannya dengan sangat jelas. Terutama materi digital marketing yang bermanfaat untuk pembatik Kota Probolinggo. “Materinya sangat bermanfaat sekali, kita bisa belajar banyak. Terimakasih untuk narasumber,” tanggap Friday.

Nico Sawiji, pembatik lainnya, juga mengaku terkesan adanya pembinaan ini. Pemilik Purwo Batik ini berpendapat, memang seharusnya pemasaran yang awalnya konvensional sudah bergerak menjadi digital.

Harapannya, hal itu akan membuat produk batik Kota Probolinggo bisa menembus pasar regional, nasional bahkan internasional. “Sangat bermanfaat sekali terutama di era digital saat ini,” timpal Nico.

Ucapan terimakasih sempat diungkapkan Siswanto, pemilik Batik Wasis Unik. Dia berharap setelah diadakannya pembinaan ini bisa meningkatkan kreatifitas para pembatik, dan batik Kota Probolinggo bisa mendunia.

Ia juga menyarankan agar Pemerintah Kota Probolinggo kembali memfasilitasi para pengrajin batik, agar ilmu yang didapat bisa terus bertambah. “Alhamdulillah saya ucapkan terimakasih atas pembinaan ini. Semoga batik Probolinggo bisa mendunia,” ucap Siswanto. (alv/don)