Muhammad Musleh


Wartawan Tadatodays.com | 2021-04-06 14:47:03

Pemkab Banyuwangi Geber Festival Lobster Berkualitas Ekspor

POTENSI: Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, saat menunjukkan salah olahan lobster yang disajikan dalam Festival Lobster Minggu (4/4).

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Pemkab Banyuwangi menggelar Festival Lobster. Pemkab Banyuwangi menyebut, bahwa festival khusus lobster ini menjadi yang pertama di Indonesia.

Festival Lobster ini digelar di Pantai Mustika, Kecamatan Pesanggaran. Even itu untuk untuk memperkenalkan lobster Banyuwangi yang telah diekspor ke banyak negara.

Baca Juga : Berkualitas Ekspor, KKP Tertarik Mendirikan Lobster Center di Banyuwangi

Dalam festival tersebut, aneka makanan olahan lobster ditampilkan dalam festival yang digelar mulai Sabtu-Minggu (3-4 April 2021). Ada lobster bakar, lobster saus padang, lobster cheese cream, hingga lobster berbumbu kari. "Rasanya mantul. Yang berbumbu kari ini saya suka," ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, saat menghadiri acara tersebut pada Minggu (4/4).

Baca Juga : Berkualitas Ekspor, KKP Tertarik Dirikan Lobster Center di Banyuwangi

Bupati Ipuk menjelaskan, Festival Lobster digelar untuk mengangkat kekayaan laut yang ada di Banyuwangi, lobster salah satunya. Kabupaten Banyuwangi telah dikenal dengan wisata pantainya. Salah satunya, Pantai Mustika yang dikenal sebagai sentra kuliner lobster.

Pantai Mustika terletak di Dusun Pancer Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Lokasinya tak jauh dari Pantai Pulau Merah, sekitar 3 km ke arah barat.

Ipuk menjelaskan, bahwa festival ini bukan sekadar even pariwisata. “Kami ingin mengenalkan kekayaan laut kita, lobster salah satunya yang berkualitas ekspor," kata Ipuk.

Diketahui, lobster hasil tangkapan nelayan Banyuwangi telah rutin diekspor ke Singapura, Malaysia, dan Taiwan dari pintu Bandara Banyuwangi.

Bupati Ipuk menjelaskan, pihaknya juga telah melakukan pertemuan dengan Kepala Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Bangsring, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Dalam pertemuan itu, sejumlah rencana mendukung pengembangan lobster bakal digeber. Salah satunya dukungan dari KKP untuk mendirikan Lobster Center di Banyuwangi sebagai sentra penelitian dan pengembangan lobster.

Lobster Center itu nantinya berkonsep eduwisata lobster. Mulai dari riset, konservasi, penyuluhan, budidaya, edukasi, dan lainnya akan ada di Lobster Center. “Dukungan KKP sangat luar biasa, dan kami berharap bisa segera dikolaborasikan untuk direalisasikan," ujar Ipuk.

Sementara, Plt Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi, Arief Setyawan menjelaskan, festival ini menghadirkan beraneka jenis lobster yang ditangkap di sekitar pesisir selatan Banyuwangi. Mulai dari di perairan Pantai Grajagan, Mustika, Rajegwesi, hingga Pantai Plengkung.

Untuk jenis lobster yang ditangkap berbagai jenis, seperti lobster bambu, lobster pasir, dan mutiara. “Yang paling sering ditemukan adalah lobster pasir dan bambu," kata Arief.

Lobster jenis itu untuk dipasok ke Bali, Surabaya hingga Jakarta. "Ada yang tidak dikonsumsi sendiri, namun dikirim untuk ekspor," ujarnya.

Ditambahkannya, Festival Lobster merupakan kolaborasi antara pemkab dengan salah satu penyedia jasa akomodasi di Banyuwangi dalam rangka pemulihan ekonomi daerah. Dalam kesempatan itu, Hotel El Royale memberikan dukungan dengan terlibat dalam edukasi kuliner berbahan lobster bagi ibu-ibu setempat. "Untuk sama-sama membangkitkan kembali ekonomi daerah," katanya. (*)