Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2020-08-14 20:31:11

Pemkab Probolinggo Belum Loloskan Rencana Tatap Muka di Sekolah

TUTUP: SMPN 1 Paiton berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo. Sampai saat ini Bupati belum mengizinkan sekolah buka kembali.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Meski sejumlah daerah melakukan uji coba membuka sekolah tatap muka, Pemkab Probolinggo tetap memilih pembelajaran daring. Khususnya bagi sekolah yang berada di bawah naungan pemkab setempat. Baik tingkat PAUD, TK, SD, dan SMP. Upaya itu dilakukan guna mengantisipasi  penyebaran covid-19 di wilayah Kabupaten Probolinggo.

Penundaan masuk sekolah tersebut diutarakan langsung oleh Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari. Ia mengatakan bahwa pihaknya telah sepakat akan menunda pembelajaran tatap muka untuk SD dan SMP karena masih kawatir akan timbul klaster baru.

Baca Juga : Pandemi Covid-19, Haul KH. Abdul Hamid Pasuruan Digelar Terbatas

"Jadi saya telah sepakat dengan satgas covid 19, untuk sementara kegiatan belajar mengajar khususnya SD, SMP yang di bawah kewenangan kami untuk ditunda dulu," tururnya pada Kamis (13/8/2020).

Baca Juga : 7 Provokator Pengusiran Petugas Medis di Gunggungan Lor Pakuniran Akui Kesalahan

Menurut Tantri, anak-anak SMP ke bawah rata-rata usianya masih di bawah 17 tahun atau masih di bawah umur. Di mana usia tersebut masih rentan terinfeksi covid-19.

"Covid-19 ini kalau menurut jurnal dan kasus yang terjadi sangat rentan dan berbahaya untuk anak dibawah umur dan lansia m. Kita ingin menjaga itu, jadi untuk SD dan SMP sampai sekarang masih belum berani," jelasnya.

Pihaknya belum mengetahui sampai kapan sekolah akan tutup  Mengingat angka orang yang terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Probolinggo terus bertambah. Per Kamis (13/8/2020) saja, kasus terkonfirmasi positif covid-19 sudah sebanyak 284 orang. Dengan 25 orang dirawat dan menjalani isolasi, 247 orang dinyatakan sembuh dan 12 orang lainnya meninggal dunia.

"Kami belum tahu, terus terang belum tahu. Kami terus melihat perkembangan yang terjadi. Kasus hampir tiap hari selalu ada penambahan," tutup Bupati. (zr/hvn)