Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2020-08-15 20:19:53

Pemkab Probolinggo Izinkan Dua SMA/SMK Lakukan Simulasi

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Meski Pemerintah Probolinggo belum berani membuka SD dan SMP, namun simulasi pembelajaran tatap muka untuk tingkat SMA/ SMK tetap dilakukan. Simulasi tersebut akan diselenggarakan pada Selasa (18/8/2020).

Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari  mengatakan, simulasi pembelajaran untuk SMA/SMK ini sesuai dengan putusan dari Gubernur Jawa Timur. 

Baca Juga : Pemkab Probolinggo Bakal Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

"Kepala Cabang Dinas Provinsi Jawa Timur Wilayah Probolinggo menyampaikan salam. Sekaligus perintah dari gubernur untuk meminta izin kepada pemda terkait uji coba SMA," tuturnya, pada Kamis (13/8/2020).

Baca Juga : Tak Pakai Masker di Kabupaten Proboliggo, Siap-siap Disidang dan Didenda

Tantri mengaku pihaknya mengizinkan pembelajaran tatap muka bagi SMA/SMK. Tetapi hanya akan diberlakukan terhadap dua lembaga sekolah saja. Kedua sekolah yang sudah ditunjuk tersebut akan diawasi secara ketat oleh Pemkab Probolinggo. Bahkan tiap kelas hanya diisi maksimal 25 persen murid, yang jika dihitung hanya akan ada sebanyak 9 orang di masing-masing kelasnya. Tak hanya itu, jam pembelajarannya pun akan dikurangi menjadi 4 jam saja. 

"Kami izinkan tapi hanya dua lembaga salah satu SMA dan SMK di Kraksaan dan satunya di Leces. Kalau merujuk aturan kementerian, maksimal 25 persen per kelasnya. Kalau masuknya dari jam 7  jam 11 maksimal harus selesai," jelasnya.

Seelum uji coba pembelajaran, kepala sekolah, guru, murid, petugas parkir, petugas kantin dan semua yang terlibat di sekolah akan mengikuti rapid test. Jika semua nonreaktif, maka percobaan pembelajaran akan digelar. Dan setelah pembelajaran selesai, akhir Agustus nanti akan dilakukan rapid test ulang. Hal itu dilakukan agar tidak tercipta kasus-kasus positif kembali.

"Minimal kami perintahkan dua kali (rapid test). Awal tanggal 18 itu dan akhir Agustus, setelahnya akan kami evaluasi bersama hasil proses pembelajaran itu. Semoga tidak terjadi kasus-kasus positif kembali," tutup Bupati wanita kelahiran Ponorogo ini. (zr/hvn)