Amelia Subandi


Wartawan Tadatodays.com | 2021-08-27 20:43:16

Pemkab Probolinggo Luncurkan QR Code Aplikasi PeduliLindungi

SCAN BARCODE: Bupati Puput Tantriana Sari melakukan scan barcode aplikasi PeduliLindungi yang tersedia di Pendapa Kabupaten Probolinggo. Dengan begitu bupati akan mendapat notifikasi yang berkaitan dengan covid-19 di area pendapa, baik orang yang terkonfirmasi positif, kontak erat, hingga setiap orang yang sudah divaksin.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Pemerintah Kabupaten Probolinggo menjadi satu-satunya pemerintah daerah yang mulai menggandeng aplikasi PeduliLindungi. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) pada Jumat, 27 Agustus 2021, Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari melakukan uji coba Quick Response (QR) Code aplikasi PeduliLindungi. Uji coba ini dilaksanakan di 3 tempat yaitu Pendapa Kabupaten Probolinggo, Kantor Bupati di Kraksaan dan Mall Pelayanan Publik (MPP) di Kecamatan Dringu.

PeduliLindungi merupakan aplikasi untuk menelusuri kontak tracking dan tracing, demi memperkuat upaya penurunan penyebaran covid-19. Aplikasi ini membantu meningkatkan partisipasi masyarakat guna melaporkan lokasi dan riwayat perjalanan selama pandemi.

Baca Juga : Pemkab Probolinggo Meluncurkan QR Code Aplikasi PeduliLindungi

Uji coba QR Code aplikasi PeduliLindungi ini dipantau langsung oleh Bupati Puput Tantriana Sari. Untuk memastikan langsung kerja dari QR Code aplikasi tersebut, bupati kemudian mengoperasikan aplikasi peduliLindungi dan menaruh ponselnya ke QR Code yang telah disiapkan.

Baca Juga : Wakil Ketua MPR Tinjau Penggunaan Aplikasi PeduliLindungi di Bandara Blimbingsari

Dalam masa uji coba ini, Bupati Tantri meminta agar nantinya QR Code tersebut ditempatkan di lokasi keramaian seperti halnya kantor OPD terkait yang berhubungan dengan pelayanan publik.

Bupati Tantri pun menyambut baik adanya QR Code aplikasi PeduliLindungi, karena sangat membantu pemrintah dalam upaya tracing kasus covid-19.

"Kami menyambut baik dengan perluasan fitur dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi ini dalam rangka meminimalisir potensi penularan covid-19, melalui implementasi digital tracing menggunakan pemindaian Quick Response Code," kata Bupati Tantri.

Selain itu, menurut Bupati Tantri adanya QR Code Aplikasi PeduliLindungi sebagai upaya prefensi dan kuratif, dimana keduanya itu harus dilakukan bersamaan secara masif.

KONEK: Setelah scan barcode, Bupati Tantri menunjukkan aplikasi PeduliLindungi yang secara otomatis tersedia di handphone-nya.

Aplikasi PeduliLindungi, lanjutnya, ini sebagai jaminan keselamatan bagi siapapun khususnya yang berinteraksi di wilayah perkantoran. "Untuk uji coba kami hanya mengaplikasikan di 3 tempat, namun bukan tidak mungkin akan kami kembangkan di kantor pelayanan publik yang lain," ujarnaya.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Yulius Christian menyampaikan bahwa aplikasi PeduliLindungi tak hanya digunakan masyarakat untuk mengunjungi mal. Aplikasi ini juga wajib digunakan di enam sektor pekerjaan. Hal ini tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 35 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.

Yulius melanjutkan, aplikasi ini membantu instansi pemerintah dalam melakukan pelacakan digital untuk menghentikan penyebaran covid-19. Pengguna PeduliLindungi akan mendapatkan notifikasi jika berada di keramaian atau di kawasan zona merah.

Pengguna juga akan mendapatkan peringatan jika di lokasi mereka terdapat orang yang terinfeksi covid-19 positif, atau ada pasien dalam pengawasan.

Melalui fitur pindai QR Code, aplikasi ini juga bisa melacak data masyarakat yang sudah tervaksinasi dan menampilkan hasil tes PCR atau Swab Antigen. "Melalui fitur scan QR di setiap pintu masuk lokasi, maka pihak pengelola lokasi dapat mengatur kepadatan pengunjung,” tutur Yulius.

Aplikasi PeduliLindungi, lanjutnya, juga terintegrasi dengan data hasil tes pemeriksaan covid-19 dan data vaksinasi nasional. Apabila seseorang menjalani tes covid-19 dengan hasil positif, maka aplikasi ini akan secara otomatis memberikan notifikasi kepada orang tersebut selama 14 hari terakhir teridentifikasi sebagai kontak erat. “Dan mengarahkan kontak erat untuk segera melakukan tes covid-19," katanya. (mel/don)