Muhammad Musleh


Wartawan Tadatodays.com | 2020-08-19 22:13:08

Pemkab Probolinggo Resmi Buka Tempat Wisata, akan Pantau Aktivitas Wisatawan

JADI JUJUGAN: P-30 menjadi salah satu destinasi wisata alam yang banyak menarik minat pengunjung. Dari puncak ini, wisatawan bisa menikmati panorama alam Gunung Bromo.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Wisata di Kabupaten Probolinggo telah resmi dibuka sejak Rabu (12/8/2020). Namun, wisatawan maupun pengelola wisata tetap harus mematuhi protokol kesehatan yang sudah disepakati. Di antaranya memakai masker, penyediaan tempat cuci tangan, hingga pengecekan suhu tubuh.

Wakil Bupati Probolinggo H.A. Timbul Prihanjoko mengatakan, dibukanya tempat wisata bukan berarti masyarakat bebas beraktivitas seperti sebelum adanya pandemi. Selain pengunjung, pengelola tempat wisata wajib menjalankan aturan soal protokol kesehatan.

Baca Juga : 7 Provokator Pengusiran Petugas Medis di Gunggungan Lor Pakuniran Akui Kesalahan

 “Saya berpesan agar pelaku wisata harus mempersiapkan perangkatnya sesuai petunjuk Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo. Nantinya kami tetap memantau serta mengevaluasi pelaku wisata, agar wisatawan tetap aman pada saat menikmati wisata di Kabupaten Probolinggo,” terangnya.

Baca Juga : Operasi Masker di Kabupaten Probolinggo Tunggu Hakim dan Jaksa

EKSOTIK: Wakil Bupati Probolinggo H.A. Timbul Prihanjoko bersama Forkopimda usai resmi membuka tempat wisata di P-30, Desa Wonokerso, Kecamatan Sumber.

Hal itu disampaikan Wabup Timbul saat meresmikan pembukaan tempat wisata di obyek wisata P-30 Desa Wonokerso, Kecamatan Sumber. Pembukaan obyek wisata P-30 yang dilakukan menjelang peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI ini, diwarnai dengan pembentangan bendera raksasa merah putih.

Kegiatan yang melibatkan jajaran Forkopimda itu cukup membuat merinding. Betapa tidak, sang saka merah putih ukuran raksasa dengan latar belakang panorama Bromo itu berkibar dengan gagah.

Dibukanya tempat wisata tersebut, juga diharapkan berdampak pada ekonomi masyarakat sekitar. Maklum, lebih dari 3 bulan warga yang menjadikan lokasi wisata itu sebagai sumber pendapatan, harus menahan diri.

Sementara itu, Kapolres Probolinggo AKBP Ferdy Irawan mengatakan, pada prinsipnya Polres Probolinggo maupun Kodim 0820 Probolinggo akan mendukung langkah dan upaya pemkab.

“Perhatian kita pada kepentingan ekonomi dan kesehatan harus berjalan secara berimbang. Yang paling penting adalah masyarakat dan wisatawan disiplin mengikuti protokol kesehatan,” ungkapnya. (*/mm/sp)