Hilal Lahan Amrullah


Wartawan Tadatodays.com | 2021-08-01 17:09:37

Pemkab Probolinggo Target Vaksinasi 9 Ribu Remaja Perhari

TANCAP GAS: Dinkes Kabupaten Probolinggo menargetkan sasaran 100 persen vaksin untuk remaja. Rencananya, setiap hari akan dilakukan vaksinasi pada 9 ribu remaja.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Pemkab Probolinggo terus berupaya menyukseskan program vaksinasi covid-19. Saat ini pemkab menargetkan vaksinasi pada 9 ribu remaja setiap harinya. Program vaksinasi pada remaja ini setelah vaksinasi pada tenaga Kesehatan, pelayan publik, serta masyarakat dari kalangan umum.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo Mujoko megatakan, pihaknya telah mengeluarkan surat imbauan pada seluruh kepala puskesmas di Kabupaten Probolinggo. Isinya berupa perintah untuk berkoordinasi dengan jajaran samping dan lintas sektor mengenai vaksin pada remaja 12 tahun ke atas.

Baca Juga : DPRD-Apdesi Kompak Tolak Syarat Vaksin di Pilkades 2022

“Kebijakan ibu bupati, program ini harus disegerakan untuk menjawab animo masyarakat yang luar biasa,” terang pria berkacamata ini. Hanya saja, pihaknya masih menunggu kiriman vaksin Sinovac yang stoknya makin menipis. “Kami menunggu kiriman yang belum pasti datangnya,” imbuhnya.

Baca Juga : Tekan AKI-AKB, 76 Persen Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Tongas Sudah Divaksin

PANTAU: Dinkes Kabupaten Probolinggo melakukan pantauan pada pelaksanaan vaksinasi di sejumlah puskesmas. Di antaranya di Puskesmas Klenang Kidul.

Dalam perkiraan Dinkes, vaksin Simovac akan habis dalam dua hari. Sedangkan vaksin AstraZeneca diperkirakan habis dalam sepekan. Hal itu tentu mengganggu target vaksinasi seluruh remaja. “Target kami bukan lagi 70 persen, tapi seluruhnya. Data yang kami miliki, seluruh remaja yang ada sudah masuk cakupan dari 70 persen total penduduk,” katanya.

Karena itu, setiap harinya pemkab akan melakukan vaksinasi pada 9 ribu remaja. Jika hal itu terpenuhi, target 100 persen remaja tervaksin dengan dua dosis, bisa rampung selama 6 bulan. Namun, dengan syarat ketersediaan vaksin memenuhi.

Sejauh ini, belum ditemukan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) pada remaja yang divaksin. Meski pihaknya mendapat laporan, ada sejumlah remaja yang merasa loyo dan mengantuk seusai divaksin. Namun, reaksi itu menurut Mujoko wajar. Sehingga tidak masuk dalam kategori KIPI.

PERAN BERSAMA: Optimalisasi program vaksinasi tak hanya dilakukan Dinkes saja. Namun juga butuh dukungan dari stakeholder terkait. Mulai aparat TNI/Polri, ormas, tokoh agama, hingga pemerintah desa.

Mujoko mengatakan, ada sejumlah alasan yang membuat para remaja bersedia divaksin. Selain karena kesadaran secara mandiri, ada juga yang dipengaruhi tokoh panutannya. Bahkan persentasenya remaja yang mengikuti tokoh panutannya menapai 80 persen.

Selama melakukan vaksinasi pada remaja, Dinkes 1.150 tenaga kesehatan. “Tim itu sudah berada di seluruh fasilitas kesehatan, rumah sakit, maupun puskesmas. Dengan target 9 ribu remaja per hari, itu masih memadai. Mungkin hanya perlu tambahan relawan. Termasuk dukungan stakeholder terkait,” jelasnya.

Sementara itu, capaian vaksinasi secara global hingga Kamis (29/7/2021) di Kabupaten Probolinggo mencapai 226.359 orang untuk dosis pertama atau 23,4 persen dari jumlah sasaran. Sedangkan dosis kedua mencapai 64.795 orang atau setara dengan 6,7 persen. Diketahui, jumlah sasaran penduduk di atas 12 tahun mencapai 965.728 orang. (*/hla/sp)