Tri Amelia Agustin Subandi


Wartawan Tadatodays.com | 2020-11-07 21:46:21

Pemkab Probolinggo Terapkan Protokol Kesehatan Ketat, untuk Pulihkan Wisata

KETAT: Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari bersama Kepala Disporaparbud Kabupaten Probolinggo meninjau salah satu tempat wisata.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Penerapan protokol kesehatan (prokes) yang konsisten diyakini Pemkab Probolinggo menjadi kunci utama pengendalian penyebaran Covid-19. Termasuk dalam memulihkan situasi perekonomian melalui pembukaan kembali lokasi wisata.

Kebijakan pembukaan pariwisata di Kabupaten Probolinggo yang aman berdasarkan prokesl bagi wisatawan domestik yang saat ini berlangsung, merupakan upaya pemulihan pariwisata dan perekonomian masyarakat. Relaksasi ini tentunya harus diikuti dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan konsisten.

Baca Juga : Kemensos Siapkan Bantuan Sosial Rp 15 Juta, Bagi Ahli Waris Pasien Covid-19 yang Meninggal Dunia

Karena itu, Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Budaya Kabupeten Probolinggo yang membuka wisata lokal di kabupaten setempat, mewajibkan pengelola wisata menyediakan fasilitas cuci tangan.

Baca Juga : Meski Status Oranye, Pemkot Pasuruan Galakkan Lagi Operasi Masker

Selain itu, mewajibkan wisatawan yang datang memakai masker dan menjaga jarak. "Wisatawan yang masuk ke tempat wisata diwajibkan memakai masker. Jika tak menggunakan masker, tidak kami perkenankan untuk masuk. Selain itu wisatawan yang boleh masuk hanya yang suhu tubuhnya tidak melebihi 37 celcius," ujar kepala Disporaparbud Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto.

Selain itu, jumlah wisatawan yang berkunjung ke setiap destinasi wisata sejauh ini masih dibatasi 40 persen. Baik yang dikelola pemkab, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), maupun yang dikelola pihak swasta. "Untuk pemulihan kunjungan wisata, kami masih fokus penetapan prokes di semua destinasi. Kunjungan wisatawan masih kita batasi kuotanya 40 persen," tambah Sugeng Wiyanto.

Untuk pemulihan wisata ini pemerintah juga memaksimalkan peran patriot sehat di tiap-tiap destinasi. Diharapkan patriot sehat bisa menjadi agen perubah adaptasi tatanan hidup baru dan bisa mengedukasi wisatawan. "Kami libatkan juga peran patriot sehat," pungkasnya. (mel/hvn)