Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-03-22 15:39:30

Pemprov Jatim Fokus Bangun Bronjong di Jembatan Kedungdalem

ASA: Material batu telah ditumpuk di dekat Jembatan Kedungdalem, Kecamatan Dringu, untuk pembangunan bronjong di sekitat jembatan tersebut.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Pemprov Jawa Timur belum memasang bronjong di tanggul yang jebol di sepanjang aliran Kali Kedunggaleng Desa Kedungdalem dan Dringu, Kecamatan Dringu. Padahal, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, saat meninjau lokasi pasca banjir di Dringu pada 11 Maret 2021 lalu, berjanji akan segera memasang bronjong.

Kasi Pemeliharaan dan Rehabilitasi UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai (PSDA WS) Welang Pekalen Pasuruan, Pemprov Jawa Timur, Agung Wirawan mengatakan, sementara akan dilakukan pembangunan bronjong selebar 6 meter di Jembatan Kedungdalem.

Baca Juga : Komunitas Bikers Fasilitasi Servis Gratis bagi Warga Terdampak Banjir Dringu

Menurutnya, pemprov masih fokus untuk menghindari adanya kerusakan kembali di jembatan tersebut serta memperkuat pondasi jembatan.

Baca Juga : Menumpuk, Pakaian Layak Pakai di Posko Banjir Dringu Banyak Tak Didistribusikan

Wirawan menerangkan, setelah berkoordinasi dengan kepala desa setempat, pihaknya telah meletakkan material kawat dan sebagian bronjong di dekat Jembatan Kedungdalem pada Kamis (18/3/2021). Selain itu, pihaknya juga menyiagakan alat berat dan dump truk di Desa Dringu untuk membersihkan material lumpur tebal sisa banjir. “Perangkat desa setempat meminta lagi 4 hari (pembersihannya)," katanya saat dihubungi via telepon, Minggu (21/3) kemarin.

Wawan menyampaikan bahwa, untuk pembangunan bronjong di Jembatan Kedungdalem menggunakan dana darurat dari Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur. Namun, ia tak menyebutkan berapa besar nominalnya. "Saya koordinasi dulu dengan bagiannya" tuturnya.

Tak hanya persiapan pembangunan bronjong di Desa Kedungdalem, Wawan memastikan bahwa pemprov juga akan memasang bronjong di Dusun Gande'an RT 2 RW 1, Desa Dringu. Nantinya, petugas juga akan menyiapkan kawat dan bronjong. Hanya saja, Wawan mengaku terkendala karena akses menuju lokasi sulit dilalui. "Pembangunannya tergantung debit air sungai," katanya.

Selain karena akses, hambatan yang juga dialami petugas yakni masih tingginya curah hujan di daerah hulu. Wawan berharap, pada awal bulan April pembangunan sudah dimulai untuk tanggul yang jebol. (ang/don)