Pemprov Jatim Gelontor Rp 9 M, Ubah Kawasan Kumuh di Bangil Jadi Kawasan Wisata Terpadu

Amal Taufik
Wednesday, 21 Jan 2026 17:36 WIB

PERESMIAN: Khofifah saat peresmian penanganan kawasan kumuh di Bangil.
PASURUAN, TADATODAYS.COM - Wajah pemukiman kumuh di Kelurahan Bendomungal, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, berubah. Kawasan yang sebelumnya masuk peta pemukiman kumuh kini disiapkan sebagai kawasan wisata terpadu.
Perubahan itu diresmikan langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Rabu (21/1/2026).
Penataan Bendomungal menjadi bagian dari pendekatan baru Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menyelesaikan persoalan kawasan kumuh. Tidak lagi bersifat tambal sulam, tetapi dirancang menyeluruh hingga kawasan benar-benar keluar dari status kumuh dan memiliki fungsi baru yang berkelanjutan.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Jawa Timur, I Nyoman Gunadi, menyampaikan bahwa Jawa Timur masih memiliki ribuan hektare kawasan kumuh yang membutuhkan penanganan serius. Selama bertahun-tahun, kata dia, intervensi yang dilakukan cenderung parsial.
“Kami mengubah pendekatan. Mulai 2025, daerah yang mengusulkan penanganan kawasan kumuh harus siap menjalankan skema terpadu. Tidak bisa lagi parsial,” ujar Nyoman.
Ia menyebut Kabupaten Pasuruan menjadi salah satu daerah yang dinilai siap menjalankan konsep tersebut sejak tahap awal. Dari sejumlah daerah yang mengajukan, hanya sedikit yang dinilai memenuhi persyaratan karena harus menuntaskan seluruh indikator kekumuhan secara bersamaan.

Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, mengatakan pemilihan Bendomungal bukan tanpa alasan. Selain berada di kawasan perkotaan, wilayah tersebut memiliki tingkat kepadatan tinggi dan keterbatasan akses layanan dasar yang cukup kompleks.
“Kalau kawasan seperti ini tidak ditangani secara serius, masalahnya akan berulang. Karena itu, Bendomungal kami dorong menjadi contoh penanganan kumuh yang tidak hanya selesai, tapi juga memberi nilai tambah,” katanya.
Hasil penataan tersebut kini mulai terlihat. Kawasan Bendomungal berkembang sebagai destinasi wisata religi dan ruang publik keluarga, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa keberhasilan penataan kawasan kumuh tidak diukur dari pembangunan fisik semata. Menurutnya, integrasi program perumahan, sanitasi, dan infrastruktur lingkungan menjadi kunci agar kawasan benar-benar layak huni.
“Yang terpenting adalah keberlanjutan. Lingkungan sudah dibenahi, sekarang harus dijaga bersama agar tetap sehat dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujar Khofifah. (pik/why)


Share to
 (lp).jpg)