Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2022-06-13 12:16:00

Pemuda Asembagus Gantung Diri Gunakan Tali Rafia

KENDAT: Warga ramai mendatangi kediaman Moh. Thoriqul Haqo'iq, pemuda Dusun Asemkambang, Asembagus, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Moh. Thoriqul Haqo'iq, pemuda 20 tahun asal Dusun Asemkambang, Desa Asembagus, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo berbuat nekat. Pemuda kelahiran 15 Desember 2002 itu mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri  menggunakan tali rafia.

Peristiwa itu terjadi Minggu (12/6/2022) sekitar pukul 20.15 WIB. Tubuhnya Thoriq ditemukan pertama kali oleh sang nenek, Endang Sugiarti, 56. Saat itu setelah bepergian, sang nenek masuk rumah dan melihat cucunya dalam kondisi gantung diri.

Baca Juga : Diduga Keracunan, Coba Bunuh Diri dengan Menabrakkan Motor

Kontan saja Endang Sugiarti berteriak histeris hingga mengundang banyak warga berdatangan. Warga yang sudah berkumpul secara bersama-sama membantu mengevakuasi mayat korban.

Baca Juga : Tragis, Pemuda Banyuwangi Akhiri Hidup dengan Benturkan Kepalanya ke Mesin Pemotong Kayu

Sekretaris Desa Asembagus Rofi’i mengaku tidak tahu persis penyebab korban gantung diri. Namun menurut informasi yang diterimanya, korban memiliki masalah keluarga. Namun Rofi’i tidak tahu pasti masalah keluarga yang dimaksud.

Kedua orang tua korban sudah bercerai beberapa tahun yang lalu. Sang ayah bekerja di Malaysia. Sedangkan sang ibu sudah berkeluarga lagi di Desa Alaskandang, Kecamatan Besuk.

Rofi’i sendiri baru mengetahui kejadian itu setelah mendapat informasi dari warga. "Saya baru tahu karena dikabari warga," terangnya, Senin (13/6/2022).

Setelah mendapat kabar itu, Rofi'i menuju lokasi. Ternyata mayat korban sudah diturunkan warga. Pihak keluarga sempat melakukan pengecekan terhadap nafas korban, kemudian memanggil perawat setempat. Dari hasil pemeriksaan itu, korban dinyatakan meninggal dunia.

"Tetapi keluarga tidak berkenan (jenazah korban, red) diautopsi," ucapnya. Padahal, saat itu, pihak kepolisian sudah berdatangan dan menyarankan untuk diautopsi. Hanya, pihak keluarga menolak, karena menganggap semuanya adalah musibah. (zr/why)