Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2020-11-29 22:16:56

Pemuda Banyuanyar yang Hilang, Ditemukan Tewas di Laut Gending

LUKA: Mayat pemuda bernama Wahyu Ibrahim saat diperiksa petugas di kamar mayat RSUD Waluyo Jati, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Wahyu Ibrahim, 16, pemuda Desa Banyuanyar Kidul, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo yang di hilang  pada Rabu (25/11/2020), ditemukan tak bernyawa. Lokasi penemuan mayat berada di pantai utara pesisir Gending, Kecamatan Gending, kabupaten setempat.

Informasi yang berhasil dihimpun Tadatodays.com, Wahyu ditemukan mengambang di laut pada Sabtu (28/11/2020) sekira pukul 16.00 WIB oleh petugas gabungan dari Polsek, Polair dan Basarnas Kabupaten Probolinggo. Kemudian setelah ditemukan, korban langsung dibawa ke RSUD Waluyo Jati, Kraksaan. Namun ketika sampai di kamar mayat, pihak keluarga merasa belum yakin bahwa itu adalah mayat Wahyu Ibrahim.

Baca Juga : Dua Remaja asal Banyuanyar Terseret Ombak di Pantai Gending Probolinggo, Satu Orang Belum Ketemu

Lalu keesokan harinya, Minggu (29/11/2020) sekira pukul 10.00 WIB, ibu dan kakak korban kembali ke kamar mayat RSUD Waluyo Jati untuk melihat mayatnya lagi. Setelah diteliti ternyata ada luka bekas operasi di pahanya. Bekas luka itu mengkonfirmasi bahwa mayat tersebut adalah Wahyu Ibrahim.

"Setelah dilakukan pembedahan oleh pihak rumah sakit. Ternyata benar masih terdapat platina d paha korban sehingga meyakinkan keuarga korban jika mayat tersebut adalah saudara Wahyu Ibrahim," ungkap AKP Ohim, Kapolsek Gending. Senin (30/11/2020)

Diketahui, sebelum dilaporkan hilang ia bersama temannya Firman, 16, pemud desa setempat, berpamitan dari rumah pada Rabu siang (25/11/2020), untuk membeli onderdil motor. Namun hingga Rabu malam keduanya belum pulang hingga dilaporkan ke kepolisian. Setelah dilakukan pencarian tepat pada pukul 23.00 WIB, sepeda korban ditemukan terparkir di pesisir Pantai Gending.

Karena hanya tersisa sepeda, pencarian terus dilanjutkan untuk mengetahui keberadaan keduanya. Hingga tubuh Firman berhasil ditemukan tergeletak dalam keadaan tidak sadar di pinggir pantai, tersangkut potongan bambu. Sedangkan Wahyu Ibrahimi belum ditemukan.

"Selanjutnya pihak keluarga tidak berkenan dilakukan visum dalam, dan berkehendak untuk segera memakamkan korban," tandasnya. (zr/hvn)