Pemuda di Pasuruan Mengaku Jadi Korban Begal, Padahal Jual Motor untuk Bayar Utang

Amal Taufik
Amal Taufik

Sabtu, 16 May 2026 08:38 WIB

Pemuda di Pasuruan Mengaku Jadi Korban Begal, Padahal Jual Motor untuk Bayar Utang

Nur Alifi, dalam video klarifikasinya.

PASURUAN, TADATODAYS.COM - Kabar dugaan pembegalan di wilayah Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, yang sempat ramai dibicarakan warga ternyata tidak benar. Polisi memastikan sepeda motor yang disebut dirampas begal justru dijual sendiri oleh pemiliknya untuk membayar utang.

Sebelumnya, seorang pemuda bernama Muhammad Nur Alifi (20), warga Desa Jimbaran, Kecamatan Puspo, mengaku menjadi korban pembegalan di kawasan Jembatan Cerame, Dusun Gondosuli, Senin (11/5/2026) petang.

Dalam laporannya, ia mengaku dicegat tiga orang bersenjata tajam saat hendak menuju rumah calon istrinya. Motor Honda Vario miliknya disebut dibawa kabur pelaku. Cerita itu sempat membuat warga resah karena isu pembegalan cepat menyebar di media sosial dan grup percakapan warga.

Namun setelah dilakukan penyelidikan, polisi menemukan fakta berbeda. Kasi Humas Polres Pasuruan, Joko Suseno, mengatakan motor tersebut ternyata telah dijual oleh pemiliknya sendiri. “Motor itu dijual kepada seseorang di wilayah Pasrepan dengan harga sekitar Rp 7,5 juta,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).

Setelah transaksi dilakukan, Nur Alifi disebut diantar rekannya menggunakan motor lain sebelum akhirnya membuat cerita seolah-olah menjadi korban pembegalan. Menurut Joko, alasan penjualan motor tersebut karena pelaku terlilit persoalan utang pribadi.

Kasus itu mulai terbongkar setelah pembeli motor mendatangi polisi karena merasa khawatir namanya ikut terseret setelah kabar pembegalan viral.

Belakangan, Nur Alifi juga membuat klarifikasi terbuka dan mengakui cerita pembegalan tersebut hanya karangan. “Saya minta maaf kepada masyarakat karena sudah membuat keresahan. Sebenarnya tidak ada pembegalan,” ucapnya dalam video klarifikasi yang beredar. (pik/why)


Share to