Pendaki Hilang di Jalur Kawah Ijen Ditemukan Selamat, Operasi SAR Resmi Ditutup

Mohamad Abdul Aziz
Mohamad Abdul Aziz

Thursday, 19 Feb 2026 19:24 WIB

Pendaki Hilang di Jalur Kawah Ijen Ditemukan Selamat, Operasi SAR Resmi Ditutup

DITEMUKAN: Muhammad Dzikri Maulana, pendaki yang sempat dilaporkan hilang, berhasil ditemukan, Kamis (19/2/2026).

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Muhammad Dzikri Maulana (16), warga Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi, yang sempat dilaporkan hilang di jalur pendakian Kawah Ijen, ditemukan. Remaja itu berhasil ditemukan dalam keadaan selamat di hari kedua pencarian, Kamis (19/2/2026).

Korban ditemukan pada pukul 16.16 WIB di area tebing dengan radial 6,7° dan jarak sekitar 890 meter dari lokasi kejadian perkara (LKP). "Saat ditemukan korban dalam kondisi selamat, namun mengalami lemas," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa.

Made mengatakan, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari berbagai unsur langsung melakukan proses evakuasi menggunakan teknik vertical rescue mengingat posisi korban berada di area tebing yang cukup terjal.  "Proses evakuasi berjalan dengan penuh kehati-hatian untuk memastikan keselamatan korban dan tim penyelamat," jelasnya.

Sekitar pukul 17.50 WIB, korban berhasil dibawa turun menuju Pos Paltuding. Selanjutnya, korban dievakuasi menggunakan ambulans menuju Puskesmas Licin guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

I Made Oka Astawa, menyampaikan apresiasi atas sinergi dan kerja sama seluruh unsur SAR gabungan dalam operasi tersebut. “Alhamdulillah korban berhasil ditemukan dalam keadaan hidup. Terima kasih atas kerja keras seluruh tim yang terlibat,” katanya.

Ia juga mengimbau kepada para pendaki agar selalu mematuhi prosedur keselamatan saat melakukan pendakian, tidak memisahkan diri dari rombongan, serta memperhatikan kondisi cuaca dan medan yang akan dilalui.

Pada pukul 18.00 WIB, operasi SAR secara resmi dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing. Keberhasilan evakuasi ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan, koordinasi lintas instansi, serta kesadaran para pendaki dalam menjaga keselamatan selama beraktivitas di alam terbuka. (azi/why)


Share to