Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-12-23 17:44:09

Pendukung Cakades Dikeroyok di Depan Posko Cakades Lain

PENGEROYOKAN: Suparman, mengaku dikeroyok oleh sejumlah orang di depan posko pemenangan salah satu cakades Desa Jabung Wetan, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Atas insiden itu, ia langsung melapor ke Polsek Paiton.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Suparman, warga Desa Jabung Wetan, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, mendatangi Mapolsek Paiton, Rabu (22/12) tengah malam kemarin. Pria 51 tahun ini dianiaya sejumlah orang di depan posko kemenangan salah satu cakades desa setempat.

Informasi yang dihimpun tadatodays.com, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Pasca kejadian, Suparman langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Paiton pada Kamis (23/12), sekitar pukul 02.00 WIB.

Baca Juga : Pelaku Pemukulan Wartawan di Banyuwangi Dibekuk

Ditemui di Mapolsek Paiton, Suparman menceritakan kalau kejadian bermula saat ia bersama temannya, Hermanto hendak pulang dari rumah salah satu cakades yang ia dukung. Namun setelah sampai di posko kemenangan cakades lainnya, ia diteriaki oleh sejumlah orang di posko tersebut.

Baca Juga : Polisi Ringkus Seorang DPO Kasus Penganiayaan Tetangganya

Ia pun berhenti untuk bertanya kenapa dirinya diteriaki. Nah, saat  itulah salah orang langsung memukul Hermanto. "Saya juga dipukul," katanya pada tadatodays.com.

Suparman yang tidak terima perlakuan itu langsung memberikan perlawanan hingga terjadi perkelahian. Namun bukan satu lawan satu. Suparman dikeroyok sekitar 15 orang. Tak hanya dengan tangan mentah, menurut Suparman, mereka juga ada yang menggunakan bambu.

Sementara Hermanto, yang saat itu tidak berhasil melerai perkelahian itu langsung pergi untuk mencari pertolongan. Hingga akhirnya, Suparman berhasil pergi setelah warga sekitar melerai. "Saya langsung lapor ke polisi," katanya.

Terpisah, Kapolsek Paiton, Iptu Maskur Ansori membenarkan laporan itu. Ia mengatakan kalau anggotanya menerima laporan pada Kamis (23/12), sekitar pukul 02.00 WIB

Namun ia tidak bisa mengkaitkan kejadian itu dengan pilkades. Karena saat ini, pihaknya hanya fokus pada dugaan tindak pidana yang dilaporkan. "Ada keterkaitan atau tidak, kita tidak ada melihat seperti itu," terang mantan Kanit Pidum Satreskrim Polres Probolinggo itu.

Saat ini Polsek Paiton masih melakukan penyelidikan. Polisi juga tengah menginterogasi korban dan saksi-saksi. (zr/don)