Hilal Lahan Amrullah


Wartawan Tadatodays.com | 2020-09-12 20:59:07

Pengamen Probolinggo yang Mendaftarkan Ibunya Haji Dapat Bedah Rumah

RENOVASI: Petugas dari Dinas Sosial Provinsi Jatim tengah merenovasi rumah Atmina dan Slamet di Kerpangan, Leces, Kabupaten Probolinggo.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Atmina, wanita paruhbaya yang didaftarkan haji oleh anaknya yang pengamen, tengah bahagia. Pasalnya, warga Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo itu kini menerima bantuan bedah rumah dari Gubernur Jawa Timur melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Sabtu (12/9/2020). “Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah. Terimakasih atas kehadiran semuanya, saya tidak menyangka,” terang Atmina, 57.

Bersama suaminya, Mustakim, ia hanya memiliki anak semata wayang, Slamet. Meski sehari-hari bekerja sebagai pengamen, namun berkat ketekunannya, Slamet mampu membahaguakan ibunya dengan mendaftarkannya sebagai CJH.

Baca Juga : Tenggelam di Sungai Bondoyudo, Pengamen di Jember Ditemukan Tak Bernyawa

Slamet mengamen sejak usia 10 tahun. “Hasil mengamen ditabung ke tetangga sedikit demi sedikit. Sehari terkadang mendapt hasil sebesar Rp 100 ribu, Rp 80.000 atau Rp 70.000. "Seringnya jalan kaki, mengamen di bus, jam 10.00 atau jam 11.00 sudah pulang. Setelah itu mengamen ke rumah-rumah setelah Maghrib sampai jam 22.00 pulang. Kalau uangnya banyak, itu ditukarkan,” jelas Atmina.

Putranya dulu pernah disekolahkan hingga kelas 1 SD. Karena tidak memiliki kemampuan, maka putus sekolah. Karena itu Slamet tak bisa baca tulis. “Pikirannya masih kurang. Sejak usai empat tahun Slamet ditinggal mati ayahnya, sekarang anak saya sudah berusia 30 tahun,” ungkapnya.

Dari hasil mengamen tersebut, Atmina didaftarkan haji oleh Slamet pada Tahun 2018 lalu. Sedangkan Slamet sendiri baru menyusul mendaftar haji pada Tahun 2020. “Selama ini saya hidup berdua saja bersama anak saya Skamet,” tegasnya.

Terpisah teman mengamen Slamet, Ahmad Zainur Ridoi, 17, mengaku biasanya berangkat pukul 05.30 mengamen di bis sampai ke Surabaya. Setelah itu kembali ke Probolinggo sampai pukul 12.30. setelah itu mereka pulang ke rumah. “Hasilnya rata-rata Rp 85 ribu sampai Rp 125 ribu, dibagi dua. Kalau makan berhenti di warung di pinggir jalan. Sudah makan jalan lagi. Sampai di Surabaya, pulang, sudah pulang saya dikasih uangnya. Saya bagian menyanyi, Slamet yang gitar. Saya mengamen sejak lulus SD umur 12, sekarang saya berusi 17 tahun,” terangnya.

Adapun tetangga Slamet, Suhro, 50, bercerita jika Slamet rajin ikut pengajian dan selawatan di desa setempat. Bahkan ia ikut menyambut para kiai dan habib yang memimpin pengajiannya. “Ia bagian menata sandalnya habib ketika ada pengajian,” jelasnya.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Alwi mengatakan pemberian bantuan bedah rumah kepada keluarga Atmina merupakan salah satu bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pasalnya beberapa waktu lalu pihaknya mendapat informasi yang diterima oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, mengenai kondisi Atmina dan anaknya Slamet. “Ibu gubernur memerintah saya untuk mengecek kondisi dan alamatnya. Akhirnya teman-teman sampai di sini, dan kita bisa mengetahui kondisi yang senyatanya,” terang Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Alwi.

Menurutnya ada keinginan mulia dari ibu dan anak, Atmina dan Slamet yang mengumpulkan uang setiap hari. Ternyata uang tersebut akan digunakan untuk menunaikan ibadah haji. “Inilah yang sangat mulia, dan itu mendapatkan respon positif dari ibu gubernur. Atas dasar itu semua, kami beserta teman-teman turun, dan memberikan apa yang bisa kami berikan. Jadi sedikit ada perbaikan untuk rumah, sehingga rumahnya lebih layak. Jadi Ibu Gubernur menanyakan bagaiman kondisi rumahnya, dapurnya, kamar mandi dan sebagainya, lalu kita lakukan perbaikan,” jelasnya.

Pihaknya juga mengaku dalam kesempatan yang sama juga memberikan sembako, dan beberapa peralatan dapur kepada Atmina, dan tiga orang lansia di desa setempat. Jadi sedikitnya empat orang yang menerima bantuan dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. “Mudah-mudahan ini akan lebih memberikan suasana kenyamanan bagi keluarga Ibu Atmina,” harapnya. (hla/hvn)