Pengangguran di Kota Pasuruan Lebih Banyak Laki-Laki Dibanding Perempuan

Amal Taufik
Amal Taufik

Thursday, 18 Dec 2025 09:06 WIB

Pengangguran di Kota Pasuruan Lebih Banyak Laki-Laki Dibanding Perempuan

Kepala BPS Kota Pasuruan Imam Sudarmaji

PASURUAN, TADATODAYS.COM - Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Pasuruan pada tahun 2025 berada di angka 4,59 persen. Jika dipilah berdasar jenis kelamin, pengangguran laki-laki lebih banyak dibanding perempuan.

Hal ini terungkap dalam hasil survei ketenagakerjaan nasional (sakernas) Agustus 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pasuruan pada bulan Desember ini. Kepala BPS Kota Pasuruan Imam Sudarmadji mengungkapkan, TPT merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur tenaga kerja yang tidak terserap oleh pasar kerja. "TPT hasil Sakernas Agustus 2025 sebesar 4,59 persen," kata Imam, Kamis (18/12/2025).

Hal ini berarti dari tiap 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar 4 atau 5 orang penganggur. Dalam definisi BPS, penganggur adalah orang yang tidak bekerja, tetapi mereka sedang mencari pekerjaan atau mempersiapkan usaha baru atau sudah punya usaha tapi belum jalan hingga orang yang putus asa sudah tidak mau mencari pekerjaan.

Secara tren, angka TPT di Kota Pasuruan sejak tahun 2023 hingga 2025 mengalami penurunan. Tahun 2023 TPT di Kota Pasuruan berada di angka 5,64 persen; tahun 2024 di angka 4,63 persen; tahun 2025 di angka 4,59 persen.

Sementara dari sisi jenis kelamin, pengangguran laki-laki lebih banyak dibanding perempuan. TPT laki-laki sebesar 4,95 persen, sementara TPT perempuan sebesar 4,14 persen.

Data yang menunjukkan banyaknya TPT laki-laki dibanding TPT perempuan menyiratkan kesenjangan antar jenis kelamin. Namun di sisi lain, bisa juga menggambarkan variasi pola partisipasi di pasar kerja di Kota Pasuruan.

Imam menambahkan, secara umum, penurunan tingkat pengangguran terbuka yang terjadi menunjukkan perbaikan penyerapan pasar tenaga kerja, namun masih terdapat berbagai dinamika yang perlu dikaji lebih mendalam oleh pemerintah. "Terutama terkait lapangan pekerjaan, status pekerja dan keterampilan yang dimiliki oleh tenaga kerja," ujar Imam. (pik/why)


Share to