Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2022-03-12 17:55:30

Penjual Kacang Rebus Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan

TAK BERNYAWA: Kasim, penjual kacang rebus asal Desa Kecik, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo saat pertama kali ditemukan oleh warga.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Seorang penjual kacang rebus ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tertimpa sepeda motor miliknya, di pinggir jalan umum Desa Alasnyiur, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (12/3/2022). Pria bernama Kasim, 62, tersebut ditemukan warga sekira pukul 05.00 WIB.

Kasim yang merupakan warga Dusun Krajan, RT 10/RW 02, Desa Kecik, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo itu memang dikenal sebagai penjual kacang rebus. Biasanya, Kasim selalu ada di tempat-tempat hajatan yang digelar warga.

Baca Juga : Pemkab Probolinggo Meraih WTP Kali Kesembilan Berturut-turut

Informasi yang dihimpun tadatodays.com, korban berpamitan pada keluarganya untuk menjual kacang rebus, Jumat (11/3/2022) sekitar pukul 19.00 WIB. Biasanya, sebelum Subuh korban sudah pulang ke rumah. Namun, hingga Sabtu dini hari korban belum pulang.

Baca Juga : Pemkab Probolinggo Raih WTP Kali Kesembilan Berturut-turut

Saat itu keluarga mengira korban pulang terlambat, untuk menghabiskan dagangannya. Hingga akhirnya, keluarga mendapat kabar bahwa korban ditemukan tak bernyawa di pinggir jalan.

Kapolsek Besuk AKP Taufik Nurhidayat mengatakan, tidak ada yang tahu persis awal mula korban bisa terjatuh. Karena saat ditemukan, korban sudah tergeletak bersama motor lengkap dengan muatan kacang rebus.

Warga yang mengetahui peristiwa tersebut, kemudian melapor ke Pj. Kades Alasnyiur Sanusi. Informasi tersebut lantas diteruskan ke Polsek Besuk. Pihak kepolisian langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), guna melakukan olah TKP. Polisi juga mengevakuasi korban ke Puskesmas Besuk.

“Dari tubuh korban tidak ditemukan bekas kekerasan atau penganiayaan,” kata AKP Taufik Nurhidayat. Selain itu, keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi. Pihak keluarga juga bersedia menandatangani pernyataan penolakan otopsi. “Setelah itu korban dibawa ke rumah duka,” jelasnya. (zr/sp)