Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-07-29 14:52:23

Penjualan Atribut Agustusan Masih Sepi

MUSIMAN: Sejumlah pedagang atribut agustusan mulai banyak ditemukan di ruas jalan raya Kabupaten Probolinggo. Tapi hingga kini, jumlah pembeli masih sepi.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Pedagang umbul-umbul dan bendera merah putih dalang rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-76 sudah mulai bermunculan. Sayangnya, penjualan kali ini bertepatan dengan masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), sehingga tingkat penjualan merosot.

Jajang, pedagang umbul-umbul di tepi jalan raya masuk Desa Asembakor, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo mengatakan, PPKM ini berdampak menurunnya jumlah pembeli. Sejak dua hari dagangannya dibuka ini, belum ada yang terjual sama sekali. Padahal dia harus membayar uang kosnya. "Saya dari Bandung," kataya pada tadatodays.com, Kamis (29/7/2021).

Baca Juga : Semarak HUT RI ke-76 di Probolinggo, Pengibaran Bendera dari Pantai Hingga Pegunungan

Jajang mengaku, setiap tahunnya ia selalu menjual atribut merah putih itu mulai tanggal 27 Juli hingga tanggal 16 Agustus. Hanya saja pada tahun 2021 penjualannya menurun drastis. Padahal jika dibanding tahun sebelumnya, meski juga di masa pandemi, ia masih mampu menjual 10-20 buah atribut. Sehingga ketika pulang ke Bandung, ia sudah membawa uang untuk keluarganya di rumah. "Sekarang lain lagi aturannya (PPKM)," ujarnya.

Baca Juga : Semarak HUT RI ke-76 di Probolinggo, Pengibaran Bendera di Pantai Hingga Pegunungan

Keluhan itu juga dirasakan oleh Sudiarto, pedagang atribut lainnya yang berada di tepi jalan raya pantura Kota Kraksaan. Hanya saja, ia bisa dikatakan lebih beruntung dari Jajang. Pasalnya selama 5 hari ini, sudah ada 6 atribut jenis bendera yang terjual.

Namun hal itu juga tak sebanding dengan tahun lalu, dimana setiap harinya sekitar 20-30 buah atribut dari berbagai jenis yang terjual. Sedangkan pada tahun 2021 ini, setiap harinya hanya ada satu sampai dua atribut yang terjual. "Sekarang berkurang, sepi banget," kata pria asal Desa Kedungcaluk, Kecamatan Krejengan ini.

Pembelinya saat ini masih dari kalangan masyarakat umul dan sekolah, dan belum ada dari instansi lainnya.

Mereka berharap aturan PPKM segera dicabut, dan jalan yang awalnya ditutup kini bisa buka lagi. Sehingga masyarakat tidak ragu lagi untuk keluar rumah. (zr/don)