Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-08-22 21:20:30

Penyaluran Bantuan PKH Plus Hanya Terealisasi 50 Persen

WAJIB VAKSIN: Kegiatan penyaluran PKH Plus di Kecamatan Bantaran, mensyaratkan bagi setiap KPM untuk menunjukkan kartu vaksin. (foto: istimewa)

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Bantuan Progam Keluarga Harapan (PKH) plus di Kabupaten Probolinggo sudah memasuki tahap dua, dimulai sejak Senin (9/8), dan selesai pada Kamis (19/8) lalu. Dari jumlah 3.870 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang mendapat bantuan tersebut, hanya terealisasi 50 persen.

Koordinator PKH pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo, Fathurrozi Amien mengatakan belum maksimalnya penyaluran itu karena adanya syarat kartu vaksinasi covid-19 bagi KPM.

Baca Juga : Warga Tetap Terima Bansos Meski Belum Divaksin, Ini Syaratnya

Fathurrozi menyampaikan, berdasarkan keterangan dari tenaga medi, banyak KPM yang tidak bisa dilakukan vaksinasi karena memiliki penyakit komorbid atau hal lain yang jika divaksin bisa berbahaya bagi tubuhnya. "Itu hanya separo yang datang," katanya, Minggu (22/8/2021).

Baca Juga : Dapat Surat Penerima Bansos, Eh, Tukang Becak Ini Batal Menerima

Rozi menjelaskan, jika hal tersebut akan menjadi perhatian bagi Dinsos setempat. Karena rata-rata KPM yang tidak hadir adalah KPM yang belum melaksanakan vaksin. Padahal pada dasarnya kalau yang bersangkutan tidak bisa vaksin karena alasan tertentu, bisa mengambil bantuan tersebut dengan cara membawa surat keterangan dari tim medis. "Tetap akan kami laporkan kepada atasan, persentase kehadiran KPM," ujarnya melalui panggilan via seluler.

Saat ini, pihaknya masih menunggu kebijakan selanjutnya. Meski pada dasarnya, bantuan milik KPM  yang tidak hadir tersebut hanya bersifat penundaan saja dan tidak serta merta menghapus hak PKM untuk menerima bantuan.

Sekadar informasi, bantuan PKH plus ini disalurkan secara bergilir kepada seluruh warga Kabupaten Probolinggo. (zr/don)