Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2020-11-07 20:37:31

Penyebar Video Hoax Meminta Maaf

MINTA MAAF: Pelaku penyebar video hoax saat dipanggil ke Polres Probolinggo untuk ditanyai seputar penyebaran video pasien covid-19 yang diisukan dicongkel matanya.

 

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Pelaku penyebar video hoax jenazah yang dikabarkan dicongkel matanya mengaku menyesal. Mereka berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan tersebut. Bahkan akan dijadikan pelajaran untuk tidak sembarangan turut menyebar informasi, khususnya informasi yang belum tentu kebenarannya.

Baca Juga : Pantai Bohay Paiton, Tempat Wisata dengan Sajian Kuliner Laut nan Lezat

"Menyesal pak karena sudah menyebar tanpa cari tahu kebenarannya. Kepada satgas covid-19  khususnya satgas Kabupaten Probolinggo saya minta maaf atas tersebarnya video hoax yang saya unggah di Facebook," ucap NS, salah satu pelaku penyebar video.

Baca Juga : Pantai Bohay, Tempat Wisata dengan Sajian Kuliner Laut nan Lezat

Ia mengaku dapat video tersebut di group WA, kemudian ia unggah ke Facebook dengan harapan agar ada yang memberikan komentar kebenaran akan video tersebut. Namun karena khawatir timbul kegaduhan, langsung dihapusnya.

"Saya dapat dari group WA, saya upload di Facebook itu pengen tau kebenarannya. Tapi gak lama langsung saya hapus postingannya pak. Takut timbul kegaduhan makanya saya hapus postingannya," akunya Sabtu (7/11/2020).

Senada juga disampaikan MS, penyebar video asal Desa Kalikajar Wetan, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.

"Iya menyesal mas, tidak akan saya ulangi lagi. Saya dapat dari group WA, saya juga tidak tau siapa yang share pertama kali. Saya jadikan story tapi saya gak bilang mencongkel itu, tidak," ucapnya.

Sedangkan warga Desa Sumberanyar, kecamatan setempat, berinisial S, mengaku mendapatkan video tersebut dari MS.

"Saya tau dari istri pak, istri dapat dari saudara MS. Tapi sebelum saya posting di group saya tanya dulu ke istri, setelah istri tanya ke MS katanya bilang iya. Saya menyesal dan minta maaf kepada semuanya," tandas pria usia 33 tahun itu.

Diketahui, ketiganya diamankan Polres Probolinggo setelah diduga turut menyebarkan video hoax yang menyebutkan jenazah pasien covid-19, M, asal Desa Alastengah, Kecamatan Paiton, matanya dicongkel. (zr/hvn)