Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2022-03-20 17:32:11

Perairan Paiton Akan Digunakan Latihan Menembak, Nelayan Diimbau Tidak Melaut

LATIHAN:Para nelayan di Kecamatan Paiton sudah mengetahui adanya imbauan untuk tidak melaut saat TNI AL menggelar latihan menembak. Jika pun tetap melaut, nelayan akan mencari ikan di area yang jauh dari lokasi sasaran penembakan.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Pos TNI Angkatan Laut (Posal) Paiton, Kabupaten Probolinggo, mengeluarkan imbauan kepada para nelayan untuk tidak melaut atau melintasi perairan laut Paiton, mulai Senin (21/3/2022) sampai dengan Jumat (25/3/2022). Ini, karena di perairan tersebut akan digunakan pelatihan penembakan meriam oleh Sekolah Artileri Pusdik Pelaut TNI AL.

Komandan Posal Paiton, Pelda Ilham Fahruzi membenarkan adanya agenda latihan penembakan tersebut. Ilham mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dan pemberitahuan kepada nelayan, Dinas Perikanan dan Pokmaswas setempat.

Baca Juga : Pencarian Korban Tenggelam di Wuluhan Dilakukan, Terkendala Ombak Setinggi 3 Meter

Pria yang juga sebagai koordinator Kamladu Paiton ini memahami bahwa warga di pesisir Paiton mayoritas bekerja sebagai nelayan. Karena itu jika ada nelayan yang terpaksa tetap melaut, maka dilarang mendekati area target sasaran tembak. "Minimal jarak 500 meter dari target sasaran," terangnya saat ditemui tadatodays.com di Posal Paiton, Minggu (20/3/2022).

Baca Juga : Seorang ABK Dilaporkan Hilang di Perairan Karang Balae Wuluhan

Ilham menuturkan jika imbauan itu diberlakukan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Karena pada dasarnya pihak TNI AL tetap berpegang teguh pada prinsip zero insiden. Dimana pada saat latihan berlangsung tidak ada insiden yang dapat merugikan semua pihak, khususnya para nelayan. "Semoga latihan lancar, dan yang melaut bisa mendapatkan tangkapan yang banyak," tuturnya.

Sementara itu, Suparwi, nelayan sekitar membenarkan kalau seluruh nelayan sudah mengetahui imbauan tersebut karena sudah mendapat pemberitahuan dari Posal Paiton. Ia mengatakan kalau latihan penembakan sudah beberapa kali dilakukan.

Suparwi mengatakan, saat latihan penembakan sebelumnya, di tengah laut sudah dipasang target sasaran berupa bendera. Dengan keberadaan bendera itu, para nelayan sudah mengetahui batas lokasi aman. "Jadi nelayan harus menjauh lebih dari 100 meter dari bendera itu," katanya.

Karena itu, pria berusia 70 tahun ini mengatakan bahwa nelayan tetap bisa melaut dengan memperhatikan batas aman. (zr/don)