Perang Sarung di Banyuwangi Meresahkan Warga, Polisi Amankan 25 Remaja

Rifky Leo Argadinata
Rifky Leo Argadinata

Sabtu, 16 Apr 2022 17:00 WIB

Perang Sarung di Banyuwangi Meresahkan Warga, Polisi Amankan 25 Remaja

ANTISIPASI: Polresta Banyuwangi mengamankan puluhan remaja yang diduga melakukan perang sahur. Aktivitas tersebut meresahkan masyarakat sehingga polisi bergerak melakukan antisipasi.

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM -  Polresta Banyuwangi mengamankan sedikitnya 25 remaja yang terlibat dalam permainan perang sarung,  Jumat (15/4/2022). Rata-rata di antara mereka adalah para remaja atau rentang usia 12-16 tahun. Permainan ini cukup merasahkan warga, terlebih pada saat Ramadan.

Fenomena perang sarung ini biasanya dilakukan anak muda menjelang sahur. Setidaknya sudah ada dua tempat yang kedapatan menjadi lokasi perang sarung. Yakni di depan Pendapa Bupati Banyuwangi dan sekitar Perum Gading Mas Permai, Kecamatan Kabat.

Kabag Humas Polresta Banyuwangi Iptu Lita Kurniawan mengatakan, pihaknya juga banyak mendapat laporan mengenai aktivitas membahayakan itu. Karena itulah, polisi lantas bergerak untuk mengantisipasi dengan cara melakukan patroli.

“Ada lima remaja yang diamankan di depan pendopo, sementara di wilayah Kabat ada sekitar 20 remaja yang diamankan oleh warga saat hendak perang sarung,” terangnya. Para remaja ini dalam perang sarung tersebut, mengikat ujung sarung, lalu menyerang orang lain dengan cara diayunkan.

Puluhan remaja yang berhasil diamankan itu kemudian didata oleh polisi, sebelum kemudian orangtuanya dipanggil untuk membuat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya. Polisi tidak ingin aktivitas tersebut meningkat menjadi aksi kriminal yang lebih berbahaya. Misal, seperti fenomena Klitih seperti di Yogyakarta. (rl/sp)


Share to