Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-03-07 14:24:21

Perbaiki Roda, Sopir Tewas di Kolong Truk

TKP: Polisi saat melakukan olah TKP dengan memberi tanda lokasi kecelakaan yang menewaskan seorang sopir

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM – Sungguh apes yang dialami Hartono, 31, warga Dusun Bodean, Desa/Kecamatan Babat, Kabupaten Banyuwangi. Ia tewas di kolong truk saat tengah memperbaiki as roda yang patah, di Jl Raya Pantura Dringu, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Minggu (7/3/2021) dini hari. Saat itu, truk miliknya dihantam kendaraan ekspedisi hingga mengenai tubuhnya.

Sebelumnya, truk yang mengangkut kayu nopol DK 8789 QW yang dikendarai Hartono bergerak dari timur ke barat. Saat tiba di TKP, truk tersebut mengalami patah as roda belakang di Jalan Raya Dringu, Sabtu (6/3/2021) sekitar pukul 23.00 WIB. Ia pun menghentikan laju kendaraannya di separo badan jalan sisi selatan untuk memperbaiki kerusakan itu.

Baca Juga : Naik Motor, Petani Tewas di Jalur Gunung Bromo

Beberapa saat kemudian ketika waktu sudah menunjukkan pukul 00.10 WIB pada Minggu (7/3/2021), datang dari arah timur truk ekspedisi nopol N 8663 AK yang dikemudikan Ramadan Cahya Suhargo, 22, warga Dusun Pacar, Desa Jangur, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Diduga tak mengetahui adanya truk yang berhenti di badan jalan, truk ekspedisi itupun langsung nyeruduk truk pengangkut kayu tersebut.

Baca Juga : Janda Tewas Diduga Dibunuh Orang Terdekat

Pada saat truk ekspedisi nyeruduk truk kayu, Hartono masih berada di kolong truk yang tengah memperbaiki as roda. Tak ayal, tubuh Hartono pun terlindas truk ekspedisi itu. Sopir asal Banyuwangi itu meninggal di tempat kejadian. 

Pasca kejadian, polisi dibantu warga berupaya mengeluarkan tubuh korban tewas dari kolong truk. Korban tewas selanjutnya dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Mohamad Saleh Kota Probolinggo. Polisi selanjutnya meminggirkan kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan. Sementara pada Minggu pagi, polisi melanjutkan olah tempat kejadian perkara.

Kanit Laka Polres Probolinggo, Iptu Nyoman Harayasa mengatakan, faktor kecelakaan tersebut diduga diakibatkan kelalaian sopir truk pengangkut kayu. “Tidak memasang rambu peringatan saat kendaraan mogok,” kata Nyoman. (ang/don)