Hilal Lahan Amrullah


Wartawan Tadatodays.com | 2021-12-02 20:09:03

Percepat Vaksinasi, Puskesmas Pakuniran Galakkan Vaksinasi ke Dusun-Dusun

TURUN KE WARGA: Petugas vaksinasi Puskesmas Pakuniran turun ke warga-warga di dusun untuk mengptimalkan pelaksanaan vaksin covid-19. Dengan begitu, cakupan vaksinasi bisa tercapai dengan maksimal.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Puskesmas Kecamatan Pakuniran terus gencar melakukan vaksinasi. Salah satunya yang digelar dengan cara door to door antar dusun. Dari satu ke dusun lainnya. Hal itu dilakukan agar vaksinasi bisa memenuhi target yang dicanangkan.

“Kami bekerjasama dengan lintas sektor. Baik dari Babinsa, dan lain sebagainya. Warga setempat pun antusias mengikuti vaksinasi. Mulai dari kalangan pemuda hingga lansia,” terang Plt. Kepala Puskesmas Pakuniran Totok Heryadi.

Baca Juga : Jika Terjangkit Omicron, Anak Bisa Terkena Diabetes

Puskesmas Pakuniran semakin gencar menggenjot vaksinasi mulai awal Bulan November setelah mendapat pembinaan dan dukungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo. Bahkan setiap hari layanan vaksinasi dibuka di 11 titik lokasi. Masing-masing 10 titik di 10 desa, dan satu titik di puskesmas setempat.

Baca Juga : Warung Mbak Sup, Sajikan Rujak Uleg Lezat yang Menggugah Selera

“Tenaga kesehatan kita door to door ke rumah-rumah warga bekerjasama dengan lintas sektor. Jadi kita menyusuri dusun-dusun. Setiap hari ada laporan dari masing-masing desa. Harapannya, pencegahan penularan covid-19 semakin optimal. Karena kalau pandemi semakin panjang, aktivitas masyarakat terus dibatasi,” katanya.

TERJAL: Petugas vaksinasi Puskesmas Pakuniran harusmenaklukkan medan yang terjal untuk sampai ke rumah warga yang berada di pelosok desa.

Menurut pria yang juga merangkap menjadi Kepala Puskesmas Glagah ini, cakupan vaksinasi Puskesmas Pakuniran per Senin (29/11/2021) mencapai 64 persen. Capaian tersebut tidak terlepas dari upaya puskesmas setempat, turun langsung ke wilayah desa yang berada di pelosok pegunungan setempat. Tepatnya Desa Gunggungan Kidul.

“Medannya antara rumah ke satu ke rumah yang lain jaraknya  berjauhan, sehingga capek di jalan. Kontur tanah dan tebingnya memang pegunungan. Jadi setiap kali ke lokasi, nakesnya juga harus jalan mencari rumah warga. Kita sambil mencari sasaran, kita juga bisa refreshing,” ujarnya.

Upaya percepatan vaksinasi juga dilakukan dengan menyebarkan leaflet kepada kader posyandu dengan konten tentang vaksinasi. Leaflet tersebut dibuat dan dicetak sendiri oleh puskesmas setempat. Leaflet dibutuhkan karena informasi pada kader terkait vaksinasi masih kurang.

“Kita sertakan leflet kepada kader. Kita buat sesuai permasalahan kita, bagaimana menyikapi disinformasi covid-19 dan lain sebagainya. Selain mengajak, kader juga mengedukasi. Karena kemampuan kami terbatas kalau mengedukasi secara langsung masyarakat. memang harus ada amunisi yang disebar kepada warga,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat setempat jika petugas tidak turun langsung, mereka ketakutan apabila mendengar tentang vaksin. Tetapi setelah petugas langsung turun ke warga mengedukasi dari rumah satu ke rumah yang lain, warga menjadi sadar. Selama membuka layanan di Ponkesdes tiap desa dan kantor desa, cakupan vaksinasi belum memenuhi target.

Akhirnya, puskesmas langsung turun ke dusun, RT, dan RW. Dengan upaya tersebut, target capaian bisa dimaksimalkan. Ia berharap, vaksinasi segera tuntas agar target cakupan vaksinasi 80 persen di akhir tahun tercapai. (*hla/sp)