Hilal Lahan Amrullah


Wartawan Tadatodays.com | 2022-06-25 05:34:37

Percepatan Vaksin Booster, Puskesmas Dringu Gencar Sweeping dan Sasar Keramaian

OPTIMAL: Puskesmas Dringu terus melakukan vaksinasi pada masyarakat setempat. Sejumlah cara dilakukan, salah satunya dengan memberikan pemahaman akan pentingnya vaksinasi covid-19.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Puskesmas Dringu terus melakukan percepatan vaksinasi sesuai dengan instruksi Presiden RI Joko Widodo. Yakni dengan sweeping secara door to door hingga menyasar keramaian. Seperti kegiatan pembagian sembako atau bantuan langsung tunai (BLT) di desa-desa.

“Kami langsung ke rumah-rumah untuk mencapai target Dinas Kesehatan (Dinkes). Misalkan saat sweeping ada yang belum dosis kedua, langsung kita beri vaksin kedua,” terang Kepala Puskesmas Dringu drg. Reni Meutia.

Baca Juga : Mantan Kepala dan Kabid di BPBD Jember Tersangka Pemotongan Honor Pemakaman Pasien Covid-19

Diketahui, capaian vaksinasi dosis ketiga atau booster di Puskesmas Dringu sebanyak 5.641 orang atau 13,9 persen dari target sasaran. Sedangkan jumlah penduduk di Kecamatan Dringu berjumlah 40.524 jiwa.

Baca Juga : Universitas Panca Marga Terjunkan 442 Mahasiswa dalam Program KKN; Survei Langsung ke Masyarakat, Baru Laksanakan Program

Perempuan berhijab ini juga menambahkan bahwa upaya lain telah dilakukan untuk menggenjot capaian vaksinasi booster. Antara lain bekerjasama dengan lintas sektor, tokoh masyarakat, kader posyandu, kepala desa, dan melakukan pendekatan secara personal.

JEMPUT BOLA: Tidak hanya melayani masyarakat di lokasi fasilitas kesehatan, petugas juga mendatangi rumah warga untuk melayani vaksinasi.

Reni –sapaan akrabnya- mengatakan, warga yang inisiatif divaksin booster itu karen sejumlah alasan. Di antaranya, kepentigan pekerjaan, perjalanan, dan pendidikan. “Yang tidak ada kepentingan itu, sulit divaksin booster. Warga merasa dengan dosis 1 dan dosis 2 aman dari Covid-19, dan situasi covid-19 agak reda,” terangnya.

Selama vaksinasi, pihaknya menemukan sejumlah kondisi. Saat vaksinasi dosis pertama, tidak semua warga memiliki pemahaman pentingnya vaksin. Berbeda dengan vaksin dosis kedua, lebih banyak warga yang paham dan membutuhkan. Namun, warga usia lanjut enggan divaksin booster karena tidak lagi punya kepentingan.

“Selain itu, bagi manula yang memiliki penyakit, kita juga kesulitan memberikan vaksin booster. Mulanya kita skrining terlebih dahulu. Jika lolos skrining kita lanjutkan vaksinasi booster. Jika tidak memungkinkan atau menolak vaksin, kita kembali lagi di lain waktu, tapi tetap kita bujuk. Bahkan, ada yang sampai 7 kali kita datangi,” tegasnya.

SIAP SEDIA: Petugas vaksinasi Puskesmas Dringu berkomitmen menyukseskan vaksinasi sebagai betuk pencegahan dari penyebaran covid-19.

Selama pelayanan vaksinasi, petugas semakin banyak mengenal warga karena mereka lebih banyak bergaul. Bahkan petugas kesehatan semakin mengetahui karakteristik penyakit yang diidap masyarakat setempat. “Dimarahi karena menolak divaksin itu sudah biasa, kita tetap beri pelayanan yang baik,” ungkapnya.

Soal efek usai divaksin booster, sebenarnya tidak jauh berbeda dengan vaksinasi dosis awal. Yaitu, ada nyeri dan demam beberapa saat saja. Efek vaksin, itu tergantung imun masing-masing warga.

“Kami berharap warga untuk melengkapi dosis lanjutan biar lebih legkap. Supaya saat virus masuk, ada penangkalnya. Terutama bagi orang dewasa. Misalkan sudah divaksin booster, dan terkena virus, itu gejalanya ringan. Sebaliknya yang tanpa divaksin, itu masih bisa fatal kejalanya saat terkena virus,” jelasnya.

Sementara itu, Reni mengungkapkan jika stok vaksin booster di Puskesmas Dringu masih tercukupi. Bahkan masing-masing desa ada Puskesmas pembantu dan Polindes dengan bidan dan perawat desa yang siap melayani warga yang membutuhkan vaksin booster. Jenisnya beragam, mulai Pfizer, astra Zeneca, moderna, dan sinopharm. (*/hla/sp)