Usman Afandi


Wartawan Tadatodays.com | 2021-02-04 15:14:58

Perdunu Banyuwangi Bakal Gelar Festival Santet

NGERI: Pengurus Persatuan Dukun Nusantara (Perdunu) Banyuwangi, saat berdiskusi membahas rencana kegiatan festival santet.

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Pasca membentuk organisasi Persatuan Dukun Nusantara atau Perdunu wilayah  Kabupaten Banyuwangi, Rabu, (03/2/2021) kemarin, kini kumpulan paranormal tersebut bakal menggelar festival yang tak biasa. Apa itu?.

Ya, gebrakan program pertama yang akan dilakukan Perdunu Banyuwangi yakni menggelar festival santet. Festival yang terkesan mengerikan itu rencananya diselenggarakan pada bulan Suro kalender jawa, tahun ini. "Ada usulan membuat festival santet," ujar Abdul Fatah Hasan, ketua Perdunu Banyuwangi, Rabu (03/2/2021) kemarin.

Baca Juga : Perdunu Banyuwangi Batal Gelar Festival Santet

Ia menjelaskan, program kerja pertama itu masih akan didiskusikan terlebih dahulu, sehingga pemahaman tentang santet bisa dicerna dengan baik tentang pengertian santet. "Harus ada diskusi tentang definisi santet, " katanya.

Baca Juga : Disbudpar Banyuwangi Panggil Perdunu

Selain festival santet, di akhir bulan Febuari 2021 Perdunu juga akan membuat kegiatan-kegiatan sosial seperti pengobatan gratis bagi masyarakat. Baik yang mempunyai penyakit medis maupun non-medis. "Hanya untuk orang yang punya keluhan sakit, atau kecanduan obat-obatan seperti rokok dan sebagainya," katanya.

Pria yang karib disapa Gus Fatah itu menjelaskan, digelarnya festival santet dan pengobatan gratis tersebut bertujuan menghilangkan stigma negatif tentang ilmu-ilmu perdukunan. Mengingat, Banyuwangi sendiri terkenal dengan kota santet yang mana banyak mengandung hal-hal negatif.

Diberitakan sebelumnya,  Perdunu telah terbentuk pada Rabu kemarin, di Villa Bejong yang berada di lereng Gunung Raung, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Banyuwangi. Dalam deklarasi tersebut, terpilih pengasuh Pondok Pesantren Al Huda, Blimbingsari Tegalsari, yaitu Kyai Abdul Fatah Hasan sebagai ketua umum.

Anggota Perdunu sendiri terdiri dari para kyai pesantren, Gus, dan para ahli ilmu spiritual di wilayah Banyuwangi. (usm/don)