Febri Wiantono


Wartawan Tadatodays.com | 2021-02-10 22:23:59

Perdunu Banyuwangi Batal Gelar Festival Santet

JUMPA PERS: Pengurus Perdunu saat menggelar konferensi pers di aula kantor PCNU Banyuwangi, Rabu (10/2/2021), dan menyampaikan pembatalan fesival santet.

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Persatuan Dukun Nusantara (Perdunu) Banyuwangi, batal menggelar kegiatan festival santet. Pembatalan itu disampaikan melalui konferensi pers yang digelar di aula PCNU Banyuwangi, Rabu (10/2/2021).

Pembatalan festival santet itu disampaikan oleh Ketua Umum Perdunu Banyuwangi, Abdul Fatah Hasan atau Gus Fatah. Bahkan, Perdunu juga tidak akan menggunakan kata santet dalam setiap kegiatan Perdunu.

Baca Juga : Pantai Cemara Banyuwangi Menyuguhkan Keindahan Selat Bali dan Konservasi Mangrove-Penyu

Gus Fatah mengatakan, keputusan tersebut diambil selain pertimbangan permintaan pemerintah daerah untuk menghapus kata santet, juga karena kata santet memiliki kesan kurang baik dan meresahkan masyarakat. "Karena niat Perdunu itu baik, tidak ingin membuat kekacauan ataupun kerusuhan," katanya. Ia juga menyebut, bahwa  program kerja Perdunu masih belum final.

Baca Juga : Pantai Cemara Banyuwangi Suguhkan Keindahan Selat Bali dan Konservasi Mangrove-Penyu

Gus Fatah menambahkan, untuk kata dukun yang dipakai organisasi Perdunu, untuk sementara ini masih tetap digunakan.

Selanjutnya, Gus Fatah dan kawan-kawan akan melakukan kajian terkait nama organisasi. Termasuk nama Perdunu dan kepanjangannya. "Ketika sudah kami simpulkan, kami akan mendaftarkan di Kemenkumham," katanya.

Sementara itu, Dewan Pembina Perdunu, Gus Hadi Solehudin menyampaikan, jika tujuan berdirinya Perdunu itu baik. Menurutnya, ada misi dakwah di dalamnya organisasi tersebut, apalagi anggota yang tergabung di dalamnya mayoritas berlatarbelakang pesantren.

Gus Hadi juga akan mengkaji lebih dalam lagi makna kata dukun, baik dari segi bahasa, budaya dan literasi lainnya. "Kami masih belum punya referensi yang cukup," ujarnya. (peb/don)