Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2020-12-17 13:17:45

Perempuan asal Situbondo Tewas Tertabrak KA di Probolinggo

TKP: Warga berkerumun di lokasi tewasnya korban, yakni di jalur kereta api utara Taman Manula Kota Probolinggo.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Nur Hanifah, 49, warga Jl Wijaya Kusuma, Gg Krajan, Kelurahan Dawuhan, Kecamatan/Kabupaten Situbondo tewas setelah tertabrak Kereta Api (KA) Sri Tanjung. Peristiwa itu terjadi di jalur KM 99/1 Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Rabu (17/12/2020) sekira pukul 11.00 WIB.

Dari informasi yang dihimpun tadatodays.com, saat itu korban berjalan dari utara Taman Manula yang berada di selatan rel kereta api. Saat itu korban berjalan ke arah selatan sambil membawa tas.

Baca Juga : Dump Truk Hantam Truk dan 2 Motor, 2 Tewas

Kemudian, saat sampai di jembatan rel kereta api, ia berbelok ke arah timur sejauh sekitar 10 meter. Karena melihat KA Sri Tanjung dari arah timur, korban pun berbalik ke arah barat.

Baca Juga : Dua Pemotor Tabrak Truk di Pintu Tol Leces, 1 Tewas, 1 Kritis

Bukannya menepi di jarak aman dari rel, ia justru tetap berjalan ke tengah rel. Tak ayal, tubuhnya pun tertabrak kereta api.

Saksi mata yang saat itu berada di lokasi kejadian, Sulamin, 60, warga Kelurahan Pilang, Kota Probolinggo, mengatakan bahwa korban berjalan kaki dengan membawa tas berisi kitab suci, sajadah, mukenah, dan beberapa baju. Ia juga membawa kartu undangan pernikahan yang akan diselenggarakan pada 30 Desember 2020 mendatang, dengan nama mempelai Lia dan Roni.

"Korban memakai baju warna ungu. (Orangnya) Itu tidak sempat menghindar. Ya, langsung meninggal setelah tertabrak dengan kondisi luka berat," kata Sulamin.

Sementara itu, Kepala Pleton Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) Daop 9 Jember, Muhammad Halil mengatakan, korban sudah mengetahui kalau ada kereta api Sri Tanjung Jurusan Probolinggo-Surabaya.

Saat berada di TKP, korban telah diperingati oleh beberapa orang kalau ada kereta yang datang. “Ternyata, korban tidak mendengar dan tidak menghindar,” ujar Muhammad Halil.

Halil menduga, korban mengalami gangguan kejiwaan. Pasca kejadian, tubuh korban langsung dibawa ke kamar jenazah RSUD dokter Mohamad Saleh Kota Probolinggo. (ang/don)