Bryan Bagus Bayu Pratama


Wartawan Tadatodays.com | 2022-04-15 16:20:24

Perempuan di Sukowono Ditemukan Tewas Tertusuk di Lehernya

MENINGGAL: Anggota Polsek dan Koramil Sukowono, Jember memeriksa kondisi korban yang ditemukan tewas bersimbah darah di belakang rumahnya. Korban diduga kuat meninggal akibat bunuh diri. (foto: istimewa)

JEMBER, TADATODAYS.COM - Warga Dusun Sumber Wadung, Desa Dawuhan Mangli, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, digegerkan dengan kabar tewasnya warga setempat dengan kondisi mengenaskan. Hayani, perempuan usia 57 tahun, warga setempat ditemukan tak bernyawa bersimbah darah di belakang rumahnya dengan luka tusuk di bagian leher, Kamis (14/4/2022).

Peristiwa tersebut terjadi pada pukul 09.30 WIB, peristiwa tersebut diketahui pertama kali oleh menantu korban bermana Zainal, 41.

Baca Juga : Pemuda Rogojampi Tewas Terlindas Truk di Kalipuro

Sebelum ditemukan meninggal, Zaini sempat berbincang dengan Hayani di dalam rumah. Namun setelahnya, Hayani pamit untuk pergi ke belakang rumah. Setelah kurang lebih satu jam menunggu, lantas Zainal mencarinya.

Baca Juga : Cemburu, Pemuda Jember Aniaya Teman Pacarnya hingga Tewas

Alangkah kagetnya, Zainal menemukan korban sudah tak bernyawa bersimbah darah dengan luka tusuk di bagian leher, di belakang rumahnya di dekat kandang.

Kapolsek Sukowono, AKP I Putu Adi Kusuma mengatakan bahwa korban ditemukan meninggal di dekat kendang sapi. "Lukanya di bagian leher dan terdapat pisau dapur di sebelahnya," ujarnya, Jumat (15/4).

Adi Kusuma menerangkan, pihaknya kemudian melakukan pemeriksaan luar terhadap tubuh korban bersama Pusmeskas Sukowono.

Menurut Adi Kusuma, korban diduga depresi hingga melakukan bunuh diri.

Adi mengungkapkan bahwa pihaknya hanya menemukan satu luka tusukan di bagian leher yang menembus kerongkongan, dan memutus urat nadi korban. “Tidak ada tanda-tanda kekerasan lain. Dia (korban, Red) ada latar belakang punya depresi,” ujarnya.

Sementara berdasarkan informasi yang dihimpun, Hayani masih memiliki suami dan memiliki tiga orang anak. Meski masih memiliki suami dan anak, namun korban depresi karena telah ditinggal mati oleh bibinya, Hatijah. Karenanya, pihak keluarga menolak jika jenazah Hayani diautopsi. "Keluarga menerima peristiwa ini sebagai musibah," tuturnya. (bp/don)