Muhammad Musleh


Wartawan Tadatodays.com | 2020-10-17 20:19:17

Peringati Hari Santri, Disdikbud-PCNU Gelar Lomba Cerita Kisah Nabi

TERBAIK: Kabid Kebudayaan Disdikbud Kota Probolinggo, Sardi saat menyerahkan penghargaan pada pemenang lomba cerita kisah Nabi, di Puri Manggala Bhakti, Sabtu siang (17/10).

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Gemuruh suara tawa terdengar dari Puri Manggala Bhakti, Sabtu siang (17/10). Diselingi tepuk tangan, penonton menikmati kisah yang dibawakan enam peserta lomba cerita kisah nabi.

Mereka menggangkat tema beragam, mulai kisah Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, hingga Nabi Nabi Yunus AS. Lomba yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo ini bekerjasama dengan PCNU setempat.

Baca Juga : Peringatan Hari Santri di Kota Probolinggo, Libatkan Santri Jadi Peserta Upacara, Resmikan Museum Rasulullah SAW

Lomba kali ini merupakan babak akhir dari seleksi sebelumnya tanggal 13-14 Oktober. “Pesertanya sekitar 400-an, hari ini grand final sekaligus pengumuman pemenang,” ujar Kabid Kebudayaan Disdikbud Kota Probolinggo, Sardi.

Baca Juga : Peringati Hari Santri, Disdikbud-PCNU Kota Probolinggo Gelar Lomba Cerita Kisah Nabi

Pria yang juga ditunjuk menjadi Plt Sekretaris Disdikbud Kota setempat itu mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengasah minat bakat siswa. Utamanya dengan menceritakan kisah-kisah Nabi. “Harapan kami tentunya, nanti kalau ada lomba serupa di tingkat provinsi dan nasional kami bisa mengajak mereka,” terangnya.

Momen lomba cerita nabi sendiri untuk diselenggrakan untuk memperingati Hari Santri Nasional tanggal 22 Oktober. “Terkait ide lomba, lahir dari masyarakat. Karena pemerintah sendiri ingin mewadahi dan apresiasi ide dari masyarakat, khususnya PCNU Kota Probolinggo. Setiap tahun (temanya) berbeda-beda, tidak monoton,” ucapnya.

Sementara itu dari pantauan Tadatodays.com peserta menceritakan ulang Kisah Nabi dengan antusias. Sebagian berpakaian khas orang arab. Mereka juga mengikuti prokol kesehatan dengan ketat, termasuk ketika naik di panggung, peserta tertib bersmasker.

Sayyid Makruf mengawali cerita pertama tentang kisah Nabi Nuh dengan nada agak meninggi, Sayyid membawakan kisah itu cukup baik. Usai membawakan kisah Nabi Nuh yang membawa umatnya dengan perahu, Sayyid mendapat aplaus dari peserta. Tidak hanya Sayyid, kelima peserta lain juga mendapat sambutan meriah dari peserta yang hadir.

JUARA: Para juara dalam lomba cerita nabi yang diselenggarakan Dispendik bersama PCNU, berpose bersama dewan juri dan pejabat Dispendik Kota Probolinggo.

Setelah bergiliran membawakan kisah masing-masing, dewan juri akhirnya mengumumkan peserta lomba. (lihat grafis). Salah satu dewan juri, Muhammad Abduh mengatakan, ada tiga yang menjadi kriteria pemenang. Yakni teknik, harmonisasi dan penghayatan. Teknik memiliki unsur penilaian pada teknik vokal, gestur tubuh hingga teknik pernafasan. Kemudian harmonisasi  dan penghayatan lebih pada penguasaan materi cerita. “Secara teknik, sebetulnya semuanya setara. Hanya saja ada yang grogi dan lain-lain itu kemudian yang menjadi catatan dewan juri,” tegas pria yang ditunjuk mewakili Dewan Kesenian Kota Probolinggo itu.

Sementara itu, Hanuna Alfa Binarqie mengaku bersyukur atas penetapan dirinya sebagai juara I Lomba Cerita Kisah Nabi. Hanuna mengaku, sebelum menjadi pemenang lomba, ia berlatih pagi-sore untuk menguasai materi lomba. Selama belajar, siswa kelahiran 2008 tersebut dibantu ibu dan gurunya. “Awalnya, saya sempat grogi saat tahap seleksi,” ujarnya.

Tapi, begitu lolos ke babak berikutnya, mentalnya mulai terasah. “Tahap grand final saya sudah biasa, karena selain giat berlatih, lama-lama mental saya cukup baik,” tegasnya.

Santri Ponpes Annur tersebut mengaku senang sekaligus bahagia. Karena selain mendapatkan piala, dirinya juga mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 2 juta. “Uang ini saya kasihkan orangtua,” ujarnya bangga. (mm/hvn)