Peringati HUT ke-16 Kota Kraksaan, Wabup Probolinggo Ra Fahmi AHZ: Lebih Maju, Lebih Sejahtera

Hilal Lahan Amrullah
Tuesday, 06 Jan 2026 05:44 WIB

KRAKSAAN: Wabup Probolinggo Ra Fahmi AHZ hadiri tasyakuran HUT ke-16 Kota Kraksaan, Senin (5/1/2026).
PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Rangkaian acara digelar untuk memeringati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-16 Kota Kraksaan, Senin (5/1/2026). Diawali ziarah ke makam Kyai Ronggo di Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Forkopimda Kabupaten Probolinggo secara khusyuk menggelar doa bersama.
Berikutnya tasyakuran sekaligus potong tumpeng hingga pemberian santunan dan paket sembako kepada para duafa’ dan anak yatim piatu, di pendapa Kecamatan Kraksaan. Ada pula peresmian pojok baca Kecamatan Kraksaan.
Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, hingga OPD dan pejabat di Kecamatan Kraksaan, dan tokoh agama serta tokoh Masyarakat turut serta hadir. Peringatan hari jadi ibu kota Kabupaten Probolinggo ini dipimpin Wakil Bupati Probolinggo Ra Fahmi AHZ.
Wabup Ra Fahmi menyampaikan dalam sambutannya bahwa Kota Kraksaan dahulu pernah menjadi wilayah pemerintah kabupaten tersendiri di masa kolonial, sehingga memang kota ini memang sudah memiliki sejarah panjang. Bahkan pada masa Kerajaan Majapahit, bermula saat Raja Hayam Wuruk berkeliling ke wilayah Jawa Jawa Timur.
.png)
ZIARAH: Wabup Probolinggo Ra Fahmi AHZ bersama jajaran Forkopimda menabur bunga di komplek Makam Kyai Ronggo.

Dalam perjalanannya Raja Hayam Wuruk bersinggah di wilayah Kraksaan dan Raja Hayam Wuruk merasa krasan atau betah. Hingga terjadi perubahan penyebutan menjadi Kraksaan. "Tentu ini semua adalah buah dari perjuangan para pendahulu kita. Terutama tadi kita sudah melakukan ziarah ke makam kiai Ronggo dan di sana tadi banyak diceritakan bahwa di masa itu sudah bisa dilaksanakan pembangunan-pembangunan yang cukup luar biasa," terang Wabup Ra Fahmi.
Menurutnya, bahwa dengan segala keterbatasannya di masa itu para pendahulu Kota Kraksaan telah berhasil melaksanakan pembangunan. Baik itu pembangunan fisik, lebih-lebih pembangunan sumber daya manusia. Sehingga Kraksaan bisa menjadi sebuah kota yang lebih siap untuk menjadi ibukota Kabupaten Probolinggo.
"Selanjutnya bagaimana kemudian bisa menjawab tantangan para pendahulu kita untuk menjadikan Kota Kraksaan ini sebagai ibukota kabupaten yang lebih maju dan lebih sejahtera. Tentu ini menjadi tugas penting bagi kita semua, ini harus betul-betul diperhatikan," tegasnya.
Pembangunan fisik dahulu itu tanpa adanya arsitek, konsultan, inspsektorat, pengadaan dan lain sebagainya. Tetapi herannya bangunan-bangunan masa peninggalan kolonial atau bahkan sebelumnya, itu biasanya lebih awet daripada bangunan-bangunan yang saat ini ada.
“Yang pernah ziarah ke Sunan Kudus, betapa berapa usianya masjid itu dibangun tanpa semen. Hari ini masih kokoh berdiri. Borobudur begitu juga, nah hari ini inspektoratnya ada, pengawasannya ada, konsultannya ada, ini ada 5 tahun ambruk. Nah ini harus menjadi perhatian bagi kita semuanya. Harus menjadi perhatian, supaya kita itu bisa memberikan sesuatu yang luar biasa. Hari ini apa yang bisa kita berikan, karena masih banyak sekali tugas-tugas dan tantangan pekerjaan rumah yang belum kita selesaikan,” ungkapnya.
Pria berkopyah ini mengatakan perayaan hari ini diharapkan tidak hanya sekedar menjadi perayaan seremonial. Perayaan seremonial itu sudah selesai dan sudah cukup. “Tapi bagaimana kemudian kita hari ini bisa berkomitmen bersama untuk mewujudkan pembangunan karakter untuk menjadi ibukota yang lebih baik, ibu kota yang lebih maju, ibu kota yang lebih sejahtera,” kata Wabup Ra Fahmi. (hla/why)


Share to
 (lp).jpg)