Perusahaan Smelter asal Tiongkok Lirik Kabupaten Pasuruan, Siap Tanam Investasi Rp 25 Triliun

Amal Taufik
Amal Taufik

Sabtu, 17 Jan 2026 14:36 WIB

Perusahaan Smelter asal Tiongkok Lirik Kabupaten Pasuruan, Siap Tanam Investasi Rp 25 Triliun

INVESTASI: Pertemuan Pemkab Pasuruan dengan perusahaan smelter aluminium asal Tiongkok.

PASURUAN, TADATODAYS.COM - Perusahaan smelter aluminium asal Chongqing, Tiongkok, Bosai Mineral Group, melirik Kabupaten Pasuruan. Perusahaan menyatakan kesiapan menanamkan modal jumbo untuk membangun fasilitas pengolahan aluminium di kawasan industri Pasuruan.

Komitmen investasi itu disampaikan langsung jajaran pimpinan Bosai saat bertemu Pemerintah Kabupaten Pasuruan, Sabtu (17/1/2026). Dalam pertemuan tersebut, Bosai memaparkan rencana proyek smelter dengan nilai investasi mencapai USD 1,5 miliar atau setara Rp 25 triliun.

Wakil Presiden Bosai Mineral Group, Cao Wengi, menyampaikan bahwa Pasuruan dipilih karena dinilai memiliki kesiapan kawasan industri serta dukungan pemerintah daerah yang relatif kondusif bagi pengembangan industri berat. Ia menekankan pentingnya kepastian proses administrasi agar proyek dapat segera masuk tahap konstruksi.

“Kami ingin investasi ini berjalan cepat. Karena itu, dukungan dalam proses perizinan menjadi hal yang sangat kami harapkan,” ujar Cao Wengi.

Bosai sebelumnya telah menjalin kerja sama awal dengan PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terkait pemanfaatan lahan industri. Kesepakatan tersebut menjadi dasar perencanaan pembangunan smelter aluminium di wilayah Jawa Timur, dengan Pasuruan sebagai salah satu lokasi utama.

Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori menilai rencana tersebut sebagai peluang strategis bagi daerah. Menurutnya, kehadiran industri smelter akan memberikan dampak langsung terhadap perekonomian lokal, terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja.

“Ini bukan hanya soal nilai investasinya yang besar, tapi juga efek turunannya. Lapangan kerja baru akan terbuka, dan itu sangat dibutuhkan masyarakat,” kata Shobih.

Pemkab Pasuruan, lanjut Shobih, memastikan kesiapan untuk mendampingi proses investasi sesuai kewenangan daerah. Pemerintah daerah juga berkomitmen menjaga iklim investasi agar proyek industri berskala besar dapat berjalan berkelanjutan. “Kami ingin investasi yang masuk benar-benar memberi manfaat jangka panjang bagi Pasuruan,” katanya. (pik/why)


Share to