Andika Apriyanto


Wartawan Tadatodays.com | 2021-08-04 21:21:34

Pesanan Sepi, Disabilitas Pemahat Kepala Barong Dapat Bansos

MERINGANKAN: Wustakbilal, seorang pemahat kepala barong di Banyuwangi menerima bantuan sosial dari Kementerian Sosial RI. Meski begitu, ia tetap bekerja keras untuk menghidupi keluarganya karena pendapatannya saat ini benar-benar anjlok.

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Kementerian Sosial (Kemensos) RI memberikan bantuan sembako 5 kilogram beras kepada warga Banyuwangi melalui Pemkab Banyuwangi, Rabu, (4/8/2021), di Posko Covid-19 Banyuwangi Jl. Jendral Ahmad Yani. Salah satu penerimanya adalah Wustakbilal, seorang penyandang disabilitas yang penghasilannya sebagai pemahat kepala Barong turun drastis selama pandemi covid-19.

Wustakbilal merupakan warga Desa Karangasem, Kecamatan Glagah, yang menjadi satu dari 40 perwakilan penerima 3.000 bantuan dari Kemensos se-Banyuwangi. Tak hanya penyandang disabilitas, perwakilan penerima bansos itu juga dari kalangan sopir angkot, pegawai toko dan beberapa pekerja lainnya yang terdampak.

Baca Juga : Warga Tetap Terima Bansos Meski Belum Divaksin, Ini Syaratnya

Pria berumur 40 tahun ini mengaku sangat bersyukur karena menerima bansos. “Namun tetap berjuang keras di masa PPKM level 4,” ujarnya.

Baca Juga : Wali Kota Minta Anggaran Perdin Dewan Digeser untuk Bansos, Sibro: Itu Salah!

Sebelumnya, Wustakbilal mencukupi kehidupan sehari-hari dengan mengandalkan hasil karya seninya, yaitu memahat kepala Barong untuk dijual kepada pelaku seni jaranan di Kabupaten Banyuwangi. “1 juta rupiah per kepala barong,” katanya.

Namun saat ini dengan adanya pandemi serta peraturan PPKM ketat, pendapatannya anjlok. Pasalnya, aturan tersebut juga melarang kegiatan hiburan dan kesenian daerah. Dengan demikian pelaku seni jaranan banyak yang tidak mendapatkan pekerjaan tersebut, hingga mempengaruhi pendapatan pelaku pemahat kepala Barong. “Kalau musim seperti ini kami jual 500 ribu,” tuturnya.

Ia menambahkan, saat ini dirinya hanya bisa berusaha dan berikhtiar untuk tetap bisa menghidupi keluarganya dengan membuat aneka kerajian yang bisa diperjualbelikan, "Membuat apapun, barang kali ada yang bisa dijual," katanya. (dik/don)