Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-02-15 18:19:11

Pesta Sabu, Dua Orang Diamankan Polres Probolinggo

NARKOTIKA: Imam Hariyanto (kanan) dan Muktasin Billah (kiri) telah mendekam di sel tahanan Mapolres Probolinggo, usai dibekuk saat pesta sabu. (foto: Polres Probolinggo)

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Satreskoba Polres Probolinggo berhasil mengamankan dua orang tersangka pengguna sabu, Jumat (12/2/2021) lalu sekira pukul 13.00 WIB. Keduanya dimankan di salah satu rumah tersangka, dan kedapatan sedang pesta sabu.

Kedua tersangka tersebut yaitu Imam Haryanto, 47, warga Dusun Krajan, Rt, 01 Rw 01, Desa Tigasan Wetan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo. Lalu, Muktasin Billah, 35, warga Dusun Krajan Rt 02 Rw 01, Desa Jatiadi, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo.

Baca Juga : Nyambi Pengedar Sabu, Sopir Travel dan Ojol Dibekuk Polres Probolinggo Kota

Penangkapan berawal saat Satreskoba mendapatkan informasi, bahwa di Kecamatan Leces terdapat pesta narkoba. Dari informasi itu, petugas langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap basah keduanya. Mereka diamankan di rumah tersangka Imam Haryanto.

Baca Juga : Lantaran Menjual Mobil Orang, Warga Pakuniran Diamankan

Bripka Mukhtar, Paur Humas Polres Probolinggo mengatakan, saat ditangkap keduanya diketahui telah mengkonsumsi narkoba jenis sabu."Kami juga mendapatkan peralatan dan sisa sabu-sabu," katanya pada tadatodays.com, Senin (15/2/2021).

Dari keduanya, polisi berhasil mengamankan beberapa barang bukti. Di antaranya, HP Nokia 102 warna hitam milik Imam Haryanto, satu paket plastik klip yang diduga bekas bungkus sabu, timbangan digital, satu bandel plastik klip, seperangkat alat isap, suntikan untuk isi air bong, kertas rokok warna gold yang diduga sebagai pembungkus sabu dan dua sedotan plastik. “Tersangka dan barang buktinya kami amankan ke Polres Probolinggo," jelasnya.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun pidana penjara dan denda paling banyak 10 miliar rupiah. (zr/don)