Petambak di Kota Pasuruan Bergeser Budidaya Rumput Laut, Produksi Mencapai 1.445 Ton

Amal Taufik
Sabtu, 17 Jan 2026 15:56 WIB

RUMPUT LAUT: Panen budidaya rumput laut merah di Kota Pasuruan. (Foto: istimewa)
PASURUAN, TADATODAYS.COM - Petani tambak di Kota Pasuruan melirik potensi budidaya gracilaria verrucosa atau rumput laut merah. Produksinya bahkan mengalahkan budidaya ikan bandeng.
Pada tahun-tahun sebelumnya, bandeng adalah komoditas favorit para petambak di Kota Pasuruan. Pada tahun 2023, produksi ikan budidaya di Kota Pasuruan mencapai 2.505 ton dengan 1.834 ton di antaranya adalah komoditas bandeng.
Sedangkan pada tahun 2025, angka produksi bandeng di Kota Pasuruan turun. Data Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan menunjukkan produksi bandeng pada tahun 2025 mencapai 1.133 ton.
"Memang jika melihat data yang ada, pada tahun 2025 produksi budidaya bandeng memang turun dibanding tahun-tahun sebelumnya," kata Mualif, kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan, Sabtu (17/1/2026).

Petani tambak di Kota Pasuruan sekarang justru lebih giat membudidayakan rumput laut merah. Sepanjang tahun 2025, produksi rumput laut merah mencapai 1.445 ton. Jauh melebihi bandeng yang selama ini jadi komoditas favorit sebelumnya.
Mualif mengatakan, rumput laut merah merupakan hasil sampingan para petani tambak. Biasanya petani tambak, selain budidaya bandeng, juga budidaya udang atau rumput laut merah.
Mereka membudidayakan dua komoditas tersebut di dalam satu lahan tambak. Tidak membuka lahan baru. Menurut Mualif, rumput laut merah hasil budidaya petani tambak ini diserap oleh perusahaan pembuat bubuk agar-agar.
"Biasanya pengepul mengambil dari petambak dalam kondisi basah. Lalu itupun tetap dilakukan uji kualitas, kalau kualitasnya kurang maksimal ya dibeli murah. Tapi bagi petani tambak nilai itu tetap jadi penghasilan tambahan," imbuh Mualif. (pik/why)
.jpg)


Share to
 (lp).jpg)