Petani Gagal Panen, Harga Cabai Rawit di Kota Pasuruan Setara Harga Daging Sapi

Amal Taufik
Wednesday, 18 Feb 2026 17:54 WIB

PASAR: Suprihatin, pedagang di Pasar Kebonagung Kota Pasuruan.
PASURUAN, TADATODAYS.COM - Sehari menjelang Ramadan, harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional Kota Pasuruan merangkak naik. Kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai rawit merah yang kini menembus Rp 120 ribu per kilogram, setara dengan harga daging sapi per kilogram.
Pantauan di Pasar Kebonagung, Rabu (18/2/2026), harga cabai rawit merah naik dari sebelumnya Rp 90 ribu menjadi Rp 120 ribu per kilogram. Tak hanya itu, cabai merah besar juga mengalami kenaikan dari Rp 30 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogram.
Sementara bawang merah naik dari Rp 40 ribu menjadi Rp 55 ribu per kilogram, dan bawang putih dari Rp 30 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogram. Salah satu pedagang, Suprihatin, mengatakan kenaikan harga sudah terjadi sejak sepekan terakhir. “Stoknya menipis, banyak yang busuk. Permintaan juga naik menjelang puasa, jadi harganya ikut terdorong,” ujarnya.
Ia memperkirakan harga cabai rawit berpotensi kembali naik saat pertengahan Ramadan hingga menjelang Idul Fitri, seiring tingginya kebutuhan masyarakat untuk sahur dan berbuka.


Kabid Perdagangan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan, Mulyono, membenarkan kenaikan tersebut. Menurutnya, faktor cuaca menjadi penyebab utama lonjakan harga di tingkat produsen. “Musim penghujan dan angin cukup tinggi menyebabkan sebagian petani cabai gagal panen. Dampaknya, pasokan berkurang dan harga naik,” jelasnya.
Selain cabe rawit, Mulyono mencatat daging ayam per hari ini juga mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Sementara harga telur, dalam beberapa hari terakhir juga belum menunjukkan tanda-tanda menurun.
Untuk mengendalikan harga, Pemkot Pasuruan telah menggencarkan operasi pasar bersama Bulog serta menggelar pasar murah. Kegiatan tersebut digelar pada 12 Februari menjelang Ramadan dan 17 Februari di Kelurahan Pojentrek. Selanjutnya, pasar murah kembali dijadwalkan pada 20 Februari bekerja sama dengan Disperindag Provinsi Jawa Timur.
“Kami berharap masyarakat, terutama yang memiliki keterbatasan daya beli, bisa memanfaatkan operasi pasar dan pasar murah yang kami selenggarakan,” tambah Mulyono. (pik/why)



Share to
 (lp).jpg)